Awas, Difteri yang Tak Tertangani Bisa Sebabkan Henti Jantung

Vania Rossa, Firsta Nodia

Rabu, 28 Februari 2018 | 19:30 WIB
Awas, Difteri yang Tak Tertangani Bisa Sebabkan Henti Jantung
Ilustrasi anak mengidap difteri (Shutterstock)

Suara.com - Akhir tahun lalu, wabah difteri kembali menghantui masyarakat Indonesia. Tak hanya menyerang anak-anak, virus Corynebacterium diphteriae ini juga bisa menyerang orang dewasa.

Meski pemerintah sedang menggalakkan imunisasi ulang atau outbreak response immunization (ORI), sebagian masyarakat juga telah sadar untuk melakukan vaksinasi ulang mandiri. Hal ini disampaikan dokter spesialis anak, Dave Anderson, dari Rumah Sakit Siloam Asri.

"Di Siloam Asri tren meningkat permintaan vaksin dewasa untuk difteri sejak adanya wabah," ujar dr Dave pada temu media, Rabu (28/2/2018).

Ia menambahkan, pemberian vaksin ulang sebenarnya perlu dilakukan sekali tiap sepuluh tahun bagi orang berusia 19 tahun ke atas. Namun kesadaran untuk mendapatkan vaksin ulang secara mandiri masih sangat rendah. Ini pula yang kata dr. Dave dapat meningkatkan risiko penularan difteri pada periode wabah seperti saat ini.

"Difteri sekitar tahun 1990an sudah tidak ada, karena cakupan imunisasi sudah tinggi dan ada posyandu. Tapi sekarang kembali wabah karena mungkin banyak orangtua yang lupa kalau vaksin difteri ada booster. Kemungkinan itu yang nggak dilengkapi sehingga difteri kembali mewabah," tambah dia.

Ia menambahkan, penularan virus difteri bisa mematikan karena risiko komplikasinya yang tinggi. Dr. Dave menyebut, komplikasi difteri bisa menyebabkan gangguan pernapasan, kelumpuhan saraf hingga henti jantung.

"Ketika virus difteri masuk ke badan, butuh 2-5 hari menimbulkan gejala. Ketika virus menyebar ke jantung, itu bisa menyebabkan jantung berhenti mendadak dan memicu kematian. Hal ini berlaku untuk anak-anak maupun dewasa," tambah dia.

lmunisasi difteri saat ini, kata dr. Dave adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penularan infeksi difteri. Imunisasi sebaiknya diberikan sesuai waktu, atau jika ada program imunisasi massal dari pemerintah melalui puskesmas sebaiknya diikuti untuk mendapatkan perlindungan maksimal dari paparan infeksi difteri.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Biofarma: Vaksin Difteri Tak Dibuat dari Hewan Haram

Biofarma: Vaksin Difteri Tak Dibuat dari Hewan Haram

Health | Jum'at, 12 Januari 2018 | 23:12 WIB

Ini Pendapat Menkes Nila Soal Gerakan Antivaksin

Ini Pendapat Menkes Nila Soal Gerakan Antivaksin

Health | Jum'at, 12 Januari 2018 | 18:30 WIB

Imunisasi Serentak Tahap Pertama Berhasil Turunkan Kasus Difteri

Imunisasi Serentak Tahap Pertama Berhasil Turunkan Kasus Difteri

Health | Rabu, 10 Januari 2018 | 17:10 WIB

Terkini

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

×