Ini Harapan Pasien Kanker Terhadap BPJS

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Kamis, 01 Maret 2018 | 16:15 WIB
Ini Harapan Pasien Kanker Terhadap BPJS
Ilustrasi BPJS Kesehatan.

Suara.com - Kanker khususnya kanker payudara dan serviks merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia. Hal ini, membuat sejumlah pihak, terus melakukan berbagai sosialisasi terhadap tindakan pencegahan dan penanganan kanker yang paling banyak diderita kaum perempuan tersebut.

Meski saat ini beragam fasilitas pelayanan kesehatan sudah semakin mudah dengan kehadiran BPJS Kesehatan yang dibuat oleh pemerintah, namun nyatanya masih banyak berbagai kendala yang dihadapi oleh para penderita kanker dalam praktiknya.

"Karena itu, kami membuat sebuah seminar yang bertujuan untuk menemukan solusi ataupun strategi yang nantinya dapat disampaikan pada para pemangku kebijakan, bagaimana sesungguhnya penangangan kesehatan bagi para penderita kanker,  yang sesuai dengan kebutuhan para penderita," ujar Ketua Umum PPLIPI, Dra. Hj. Indah Suryadharma Ali dalam acara seminar 'Harapan Penderita Kanker di Era BPJS' di Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Seminar yang juga diselenggarakan oleh IKA PPSP Makassar, DKI & Java dan International Diaspora Global Health Network (IDGHN) tersebut, menghasilkan enam kesimpulan yang diinginkan penderita kanker melalui pelayanan BPJS, yang tepat waktu, nilai dan guna.

Pertama, kata Ketua Umum IDGHN Dra. Hani Moniaga, mammografi dapat ditanggung gratis oleh pemerintah, agar biayanya dapat lebih murah, sehingga deteksi kanker sejak dini, bisa dilakukan tanpa kendala.

"Kalau sekarang penderita kanker yang datang kebanyakan sudah telat semua, stadium 4 yang punya harapan hidup hanya 5 persen. Kalau bisa deteksi dini melalui mammografi, harapan hidup pasien bisa lebih panjang," jelasnya.

Sedangkan usulan kedua, lanjut dia, sistem rujukan yang bisa diubah. Selama ini, kata Dra. Hani, rujukan pasien kanker seakan 'menumpuk' di Rumah Sakit Dharmais. Mereka harus mengantri cukup panjang, sehingga tidak hanya menghabiskan waktu tapi juga energi.

Diharapkan, BPJS bisa menyediakan rumah sakit rujukan lain, dengan biaya langsung, sehingga lebih mudah dijangkau oleh para pasien. Banyak pasien kanker juga berharap, biopsi dan ahli onkologi terbaik juga bisa tersebar di berbagai rumah sakit lain.

Usulan selanjutnya ialah, tersedianya obat kanker maupun painkiller yang murah, yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan farmasi terbesar di Indonesia, sehingga pengobatan bisa dilakukan lebih mudah.

"Obat transudatmap, adalah obat standar untuk 25 persen pasien kanker stadium 4 standar dunia. Tiba-tiba dihapus pada 1 April 2017 oleh BPJS. Kita ingin obat tersebut diberlakukan kembali," jelasnya.

Dia berharap, usulan dari para komunitas kanker, yang rata-rata adalah perempuan ini bisa didengar, jangan sampai menunggu para perempuan menderita penyakit mematikan tersebut, sehingga angka penderita kanker di Indonesia bisa semakin ditekan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dikira Flu Biasa, Remaja Ini Ternyata Idap Kanker Stadium 4

Dikira Flu Biasa, Remaja Ini Ternyata Idap Kanker Stadium 4

Health | Kamis, 01 Maret 2018 | 15:12 WIB

Kanker Terbesar Kuras Dana JKN hingga Triliunan Rupiah

Kanker Terbesar Kuras Dana JKN hingga Triliunan Rupiah

Health | Kamis, 01 Maret 2018 | 11:57 WIB

Kanker Bisa Disembuhkan Jika Dideteksi Dini

Kanker Bisa Disembuhkan Jika Dideteksi Dini

Health | Selasa, 27 Februari 2018 | 13:50 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB