Hati-Hati Gigitan Nyamuk Ini Bisa Sebabkan Radang Otak

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 02 Maret 2018 | 16:15 WIB
Hati-Hati Gigitan Nyamuk Ini Bisa Sebabkan Radang Otak
Nyamuk jenis macan Asia atau Aedes albopictus. [shutterstock]

Suara.com - Tak hanya bisa menjadi sumber penularan penyakit malaria maupun demam berdarah, gigitan nyamuk juga dapat memicu radang otak Japanese Encephalitis (JE). Penyakit JE merupakan penyakit yang bersumber dari binatang, yang ditularkan melalui vektor penyebar virus JE yaitu nyamuk Culex.

Kementerian Kesehatan mencatat, jenis nyamuk biasa ditemukan di sekitar rumah antara lain area persawahan, kolam, atau selokan. Sedangkan reservoarnya adalah babi, kuda, dan beberapa spesies burung.

"Nyamuk Culex sifatnya antrosoofilik yang tidak hanya menghisap darah binatang tapi juga darah manusia, karena itulah melalui gigitan nyamuk dapat terjadi penularan JE dari hewan kepada manusia," ujar Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, drg. Murti Utami, MPH, dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Jumat (2/3/2018).

Ia menambahkan, virus JE merupakan penyebab utama kejadian penyakit ensefalitis virus di Asia. WHO (2012) menggambarkan bahwa negara-negara berisiko JE ditemukan hampir di seluruh wilayah Asia antara lain Jepang, Korea, India, Srilanka, dan Indonesia, serta sebagian northern territory di Australia.

Data surveilans kasus JE di Indonesia tahun 2016 menunjukkan bahwa terdapat sembilan provinsi yang melaporkan adanya kasus JE, di antaranya adalah Provinsi Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Riau.

"Hasil surveilans sentinel 2016 di 11 provinsi menunjukkan bahwa terdapat 326 kasus AES dengan 43 kasus (13%) di antaranya positif JE. Sebanyak 85% kasus JE di Indonesia terdapat pada kelompok usia ≤ 15 tahun dan 15% pada kelompok usia > 15 tahun. Kasus JE terbanyak terdapat di provinsi Bali," tambah dia.

Gejala radang otak Ensefalitis biasanya muncul antara 4-14 hari setelah gigitan nyamuk dengan gejala utama berupa demam tinggi yang mendadak, perubahan status mental, gejala gastrointestinal, sakit kepala yang disertai perubahan gradual gangguan bicara, berjalan, serta adanya gerakan involuntir ekstremitas ataupun disfungsi motorik lainnya.

Pada anak, gejala awal biasanya berupa demam, iritabilitas, muntah, diare, dan kejang. Kejadian kejang terjadi pada 75 persen kasus anak. Sedangkan pada penderita dewasa, keluhan yang paling sering muncul adalah sakit kepala dan gejala peningkatan tekanan intrakranial.

"Radang otak ini bisa menyebabkan kematian, dengan presentase 5 sampai 30 persen. Angka kematian ini lebih tinggi pada anak, terutama anak berusia kurang dari 10 tahun," tambah dia.

Bila bertahan hidup, bisanya penderita seringkali mengalami gejala sisa sekuel, antara lain gangguan sistem motorik seperti kelumpuhan; gangguan perilaku seperti agresif, emosi tak terkontrol, gangguan perhatian, depresi atau gangguan intelektual; hingga gangguan memori, epilepsi, kebutaan.

Sampai saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan penyakit ini. Oleh karena itu, upaya pencegahan sangat penting. Murti mengatakan pencegahan bisa dilakukan dengan pemberian imunisasi dan menghindari gigitan nyamuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nyamuk Sering Gigit Anda Ketimbang Orang Lain? Ini Alasannya

Nyamuk Sering Gigit Anda Ketimbang Orang Lain? Ini Alasannya

Health | Kamis, 16 Maret 2017 | 19:15 WIB

Menkes Anjurkan Usir Nyamuk dengan Tanaman Ini

Menkes Anjurkan Usir Nyamuk dengan Tanaman Ini

Health | Rabu, 10 Februari 2016 | 13:44 WIB

Hati-hati, Penyakit Kronis Bisa Picu Radang Otak

Hati-hati, Penyakit Kronis Bisa Picu Radang Otak

Health | Jum'at, 12 Juni 2015 | 11:34 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB