Mengurangi Konsumsi Gula Tidak Memengaruhi Kesehatan Anda

Vania Rossa

Minggu, 18 Maret 2018 | 14:39 WIB
Mengurangi Konsumsi Gula Tidak Memengaruhi Kesehatan Anda
Ilustrasi seorang perempuan mengonsumsi gula untuk minumannya (Shutterstock)

Suara.com - Mengurangi konsumsi gula di dalam minuman Anda tidak akan memengaruhi kesehatan Anda. Yang paling berpengaruh adalah mengurangi makanan olahan, makan lebih banyak sayuran, dan memasak makanan sendiri.

Lemak, garam, dan gula dikenal sebagai biang keladi berbagai masalah kesehatan. Tak heran jika banyak orang beresolusi untuk memangkas konsumsinya dari diet harian mereka.

Banyak ahli diet mengatakan bahwa konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan obesitas, meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker.

Meski begitu, seperti dilansir dari The Independent, Anda sebenarnya tidak perlu berhenti mengonsumsi gula untuk hidup lebih sehat. Lho, kok? Iya, karena menghindari gula sama sekali hanya akan membuat Anda takut makan dan menciptakan hubungan yang tidak sehat dengan makanan.

Diet bebas gula bersifat membatasi, dengan daftar makanan yang 'diperbolehkan' dan makanan yang 'tidak diperbolehkan'. Hal ini akan mengakibatkan Anda selalu was-was, khawatir tidak sengaja makan sesuatu yang tidak diperbolehkan.

Selain khawatir dengan makanan, mereka juga akan lebih khawatir tentang berat badan mereka, dan tentang dampak nutrisi tertentu terhadap kesehatan mereka.

Penelitian menunjukkan diet seperti ini tidak efektif dalam jangka panjang, dan justru dapat menyebabkan kenaikan berat badan lebih besar dari waktu ke waktu. Otak menafsirkan diet dan pembatasan makanan ini sebagai kelaparan, yang menyebabkan tubuh cenderung menyimpanan lemak sebagai cadangan energi.

Diet seperti ini juga sangat menegangkan, dan membuat tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol, yang bisa menyebabkan tubuh menyimpan lemak, terutama di daerah perut.

Khawatir tentang makanan dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi, dan memicu munculnya kondisi yang dikenal sebagai orthorexia. Orthorexia adalah keasyikan yang luar biasa dengan makan dengan sehat. Orang dengan orthorexia menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan dan mengkhawatirkan makanan, dengan menghilangkan makanan yang dianggap tidak murni atau tidak sehat. Beberapa ahli menyebutkan bahwa perilaku ini merupakan suatu bentuk gangguan makan.

baca juga

Diperkirakan antara 7 sampai 58 persen masyarakat memiliki kondisi orthorexia, meski tidak ada kriteria diagnostik yang jelas, yang membuat para ahli kesulitan untuk mengukur prevalensinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tren Kopi Susu, Dokter Ingatkan Jangan Tambah Gula Berlebihan

Tren Kopi Susu, Dokter Ingatkan Jangan Tambah Gula Berlebihan

Lifestyle | Kamis, 22 Februari 2018 | 18:15 WIB

Awas, Gula Bisa Bikin Kanker Lebih Agresif!

Awas, Gula Bisa Bikin Kanker Lebih Agresif!

Health | Rabu, 03 Januari 2018 | 15:05 WIB

Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Anda Kurangi Gula

Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Anda Kurangi Gula

Health | Senin, 06 November 2017 | 07:42 WIB

Terkini

TelkomGroup Luncurkan Pengembangan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026

TelkomGroup Luncurkan Pengembangan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:06 WIB

Lonely Planet: Kisah Cinta Penulis Novel dan Pekerja Kantoran di Maroko

Lonely Planet: Kisah Cinta Penulis Novel dan Pekerja Kantoran di Maroko

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Sepatu Mills Hypercharge R26 Cocok untuk Lari Apa? Intip Teknologi, Harga, dan Ulasannya

Sepatu Mills Hypercharge R26 Cocok untuk Lari Apa? Intip Teknologi, Harga, dan Ulasannya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air

Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air

Kaltim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran Lahan di Pulau Tidung

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran Lahan di Pulau Tidung

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Nasib UMKM RI: Modal dan Akses Pasar Jadi Tantangan

Nasib UMKM RI: Modal dan Akses Pasar Jadi Tantangan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:38 WIB

iPad Mini OLED Resmi Meluncur, Lebih Tipis dan Tangguh dengan Chip A20 Pro

iPad Mini OLED Resmi Meluncur, Lebih Tipis dan Tangguh dengan Chip A20 Pro

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:38 WIB

7 Manfaat Koran Bekas untuk Kebersihan Rumah yang Jarang Diketahui

7 Manfaat Koran Bekas untuk Kebersihan Rumah yang Jarang Diketahui

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:31 WIB

UMKM Tak Cukup Go Digital, Keamanan Transaksi dan Legalitas Usaha Juga Penting

UMKM Tak Cukup Go Digital, Keamanan Transaksi dan Legalitas Usaha Juga Penting

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Ulasan The Good Son: Rahasia Kelam di Balik Sosok Anak yang Sempurna

Ulasan The Good Son: Rahasia Kelam di Balik Sosok Anak yang Sempurna

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:30 WIB

×