Dokter Kecil Award, Kontribusi IDI Ciptakan Generasi Sehat

Vania Rossa, Firsta Nodia

Selasa, 17 April 2018 | 15:07 WIB
Dokter Kecil Award, Kontribusi IDI Ciptakan Generasi Sehat
Dokter Kecil Award. (suara.com/Firsta Putri Nodia)

Suara.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tiap tahunnya menggelar Dokter Kecil Award yang melibatkan siswa-siswa sekolah dasar dari Sabang sampai Merauke untuk meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan dan pentingnya menjaga kesehatan. Tak hanya itu, Ketua Umum PB IDI, Prof. Dr. dr. Ilham Oetama Marsis, Sp.OG(K) mengatakan, program ini juga merupakan salah satu kontribusi IDI dalam mencetak generasi sehat.

"Kita membangun bangsa lewat sumber dayanya sejak kecil. Kami coba membangun dari sisi kesehatan. Saya rasa dengan pembekalan yang baik dari sisi pendidikan dan kesehatan merupakan kunci terbaik membangun bangsa," ujar Prof. Marsis pada temu media di Kantor PB IDI di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Namun ada yang berbeda pada penyelenggaran Dokter Kecil Award yang masuk pada tahun ke-10 ini. Prof. Marsis mengatakan tahun ini IDI mengumpulkan para alumni Dokter Kecil dari tahun pertama hingga sembilan penyelenggaraan dalam program 'Satu Dekade Dokter Kecil Award’.

"Kami mengundang perwakilan dokter kecil Indonesia yang merupakan alumni terbaik 2008-2016. Mereka akan dikarantina selama tiga hari dan dibekali dengan ilmu, keterampilan, dan berbagi pengalaman mengenai masalah kesehatan di daerahnya," tambah dia.

Dalam kesempatan yang sama, menurut Ketua Pengarah Satu Dekade Dokter Kecil Award 2016, dr. Ulul Albab, SpOG, para alumni Dokter Kecil Award ini juga akan dibekali ulang berbagai keterampilan mulai dari psikologi, penulisan, hingga media sosial yang disampaikan oleh para pakarnya agar mereka dapat menjadi role model yang menginisiasi, memotivasi, bahkan mengkatalisator terbentuknya pola hidup sehat.

"Satu dekade bukanlah waktu yang singkat bagi eksistensi sebuah program. Perjalanan yang tidak mudah untuk mengemban misi mulia ini, kadangkala menghadapi berbagai rintangan juga tantangan. Namun, antusias dari para dokter kecil Indonesia yang selalu menginspirasi dan menjaga program ini untuk terus tetap ada di setiap tahunnya," tambah dia.

Yumni Rahadatul Aisyi, siswa kelas 10 SMAN 1 Bogor, merupakan salah satu alumni Dokter Kecil angkatan kelima. Ia mengatakan ajang Dokter Kecil ini telah membentuk kepribadiannya menjadi lebih mandiri dan cekatan saat menolong orang lain.

"Minimal aku jadi tahu bagaimana bisa memberikan pertolongan pertama pada teman-teman sekolah atau keluarga yang mimisan atau terluka. Di Dokter Kecil ini aku juga dilatih untuk bisa tahu bagaimana berkomunikasi dengan baik dan percaya diri," ujar Yumni.

Yumni merupakan pemenang pertama dalam ajang Dokter Kecil Award tahun 2012. Sejak mengikuti ajang ini, Yumni kerap mewakili Provinsi Jawa Barat sebagai dokter kecil teladan.

baca juga

"Ajang ini sangat bermanfaat sekali. Nggak cuma materi perilaku hidup bersih dan sehat tapi juga pelatihan soft skill lainnya, seperti publik speaking juga diajarkan. Jadi buat teman-teman yang lain kalau ada kesempatan harus daftar di Dokter Kecil Award," ujar Yumni memberi saran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Menunggu IDI Soal Perkara Dokter Terawan

Pemerintah Menunggu IDI Soal Perkara Dokter Terawan

News | Rabu, 11 April 2018 | 15:39 WIB

Jika Disahkan, Metode Cuci Otak Dokter Terawan Akan Dibagi-bagi

Jika Disahkan, Metode Cuci Otak Dokter Terawan Akan Dibagi-bagi

News | Senin, 09 April 2018 | 15:54 WIB

Kasus Dokter Terawan, Ketum PB IDI: Ini Bukan PB IDI Versus TNI

Kasus Dokter Terawan, Ketum PB IDI: Ini Bukan PB IDI Versus TNI

News | Senin, 09 April 2018 | 14:24 WIB

Terkini

Kemensos dan BPS Kompak: Tak Ada yang Salah Soal Penempatan Desil

Kemensos dan BPS Kompak: Tak Ada yang Salah Soal Penempatan Desil

News | Selasa, 08 September 2026 | 20:18 WIB

Waspada Abu Vulkanik! Pakar Paru UI Imbau Warga Lakukan Langkah Perlindungan Ini

Waspada Abu Vulkanik! Pakar Paru UI Imbau Warga Lakukan Langkah Perlindungan Ini

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 20:16 WIB

AI Bisa Bikin Hidup Lebih Mudah, Tapi Apakah Justru Menurunkan Kualitas Kerja Kita?

AI Bisa Bikin Hidup Lebih Mudah, Tapi Apakah Justru Menurunkan Kualitas Kerja Kita?

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 20:12 WIB

Masa Pakai Kulkas Idealnya Berapa Lama? Kenali 7 Tanda Kerusakan yang Sering Diabaikan

Masa Pakai Kulkas Idealnya Berapa Lama? Kenali 7 Tanda Kerusakan yang Sering Diabaikan

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 20:11 WIB

Tampang Caca, Mahasiswi Pencuri HP Samsung S23 Ultra di Jatinegara yang Viral Terekam CCTV

Tampang Caca, Mahasiswi Pencuri HP Samsung S23 Ultra di Jatinegara yang Viral Terekam CCTV

News | Selasa, 08 September 2026 | 20:10 WIB

SGIC IX 2026 Torehkan Benefit Rp10,5 Miliar, Dirut Semen Gresik Dorong Insan Terus Berani Berinovasi

SGIC IX 2026 Torehkan Benefit Rp10,5 Miliar, Dirut Semen Gresik Dorong Insan Terus Berani Berinovasi

Jawa Tengah | Selasa, 08 September 2026 | 20:02 WIB

Erupsi Anak Krakatau Bisa Lebih Besar? Ini Penjelasan Pakar Vulkanologi UGM

Erupsi Anak Krakatau Bisa Lebih Besar? Ini Penjelasan Pakar Vulkanologi UGM

News | Selasa, 08 September 2026 | 20:00 WIB

Di Seberang Rumah: Ketika Dua Luka Saling Menemukan Jalan untuk Pulang

Di Seberang Rumah: Ketika Dua Luka Saling Menemukan Jalan untuk Pulang

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 20:00 WIB

Tak Bisa Lagi Jor-joran di Tengah Efisiensi , FKY 2026 Andalkan Kekuatan Komunitas Seni

Tak Bisa Lagi Jor-joran di Tengah Efisiensi , FKY 2026 Andalkan Kekuatan Komunitas Seni

Jogja | Selasa, 08 September 2026 | 19:55 WIB

7 Tahun Persija Tak Jamu Persib di Jakarta, Shin Tae-yong Kaget: Kok Bisa?

7 Tahun Persija Tak Jamu Persib di Jakarta, Shin Tae-yong Kaget: Kok Bisa?

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 19:55 WIB

×