Kasih Nama Anak Kurang Feminin, Orangtua Ini di Meja Hijaukan

Dythia Novianty | Risna Halidi | Suara.com

Selasa, 05 Juni 2018 | 12:10 WIB
Kasih Nama Anak Kurang Feminin, Orangtua Ini di Meja Hijaukan
Ilustrasi nama anak. [Shutterstock]

Suara.com - Sepasang orangtua di Milan, Italia, dipaksa pengadilan mengubah nama buah hatinya agar menjadi lebih feminin. Sebelumnya, bayi berusia 18 bulan tersebut diberi nama Blu atau berarti biru dalam Bahasa Indonesia.

Menurut dekrit presiden yang keluar pada tahun 2000 dikatakan bahwa nama yang diberikan pada anak, harus sesuai dengan jenis kelaminnya. Dan otoritas Italia tidak menganggap bahwa Blu adalah nama yang cocok untuk anak perempuan.

Padahal, dilansir dari odditycentral, nama Blu telah tercatat secara resmi di sertifikat kelahiran serta paspor sang anak. Namun, belum lama ini kedua orangtua Blu dipaksahadir ke pengadilan untuk memilih nama bagi buah hatinya yang lebih feminin.

"Mengingat bahwa ini adalah nama modern berdasarkan kata dari Bahasa Inggris 'Blue' dan bahwa itu tidak dapat dianggap benar-benar diatribusikan kepada seseorang dari jenis kelamin perempuan, akta kelahiran harus diperbaiki dengan memasukkan nama perempuan lain yang dapat diajukan orangtua selama jalannya sidang," bunyi tuntutan pengadilan.

Sang ayah, Luca mengatakan bahwa pengadilan mengancam akan mengganti nama anak buah hatinya secara paksa.

"Kalau kami tidak muncul pada Kamis nanti dengan nama alternatif, seorang juri akan memutuskan nama untuk anak kami," kata Luca pada koran Italia Il Giorno.

Orangtua Blu sendiri berencana mengajukan tuntutan dan berargumen bahwa nama anak mereka telah digunakan oleh anak perempuan di seluruh dunia termasuk anak pasangan mega bintang, Beyonce dan Jay Z, yaitu Blue Ivy.

Dikutip dari Il Giorno, badan statistik Italia--Istat, mencatat setidaknya ada enam perempuan Italia bernama Blu dan ada dua perempuan bernama Verde (hijau).

Koran Italia lainnya, La Republica, berhasil menghubungi perempuan bernama Blu Lapore dari Roma yang mengatakan bahwa ibunya berhasil meyakinkan pengadilan dengan mengatakan bahwa preferensi nama berubah seiring waktu.

Misalnya, kata Blu Lapore, nama Celeste sebenarnya adalah nama lelaki namun kini secara eksklusif hanya diberikan pada anak perempuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sederet Nama Anak Ini Dihindari Orangtua Milenial

Sederet Nama Anak Ini Dihindari Orangtua Milenial

Lifestyle | Senin, 02 April 2018 | 12:11 WIB

Deretan Nama Bayi yang Bakal Populer di 2018

Deretan Nama Bayi yang Bakal Populer di 2018

Health | Minggu, 26 November 2017 | 12:38 WIB

Sofia, Nama Anak Perempuan Terpopuler di Dunia

Sofia, Nama Anak Perempuan Terpopuler di Dunia

Health | Kamis, 26 Oktober 2017 | 21:00 WIB

Jangan Namai Anak Anda Ini Jika Tak Ingin Dibenci

Jangan Namai Anak Anda Ini Jika Tak Ingin Dibenci

Health | Kamis, 14 September 2017 | 05:00 WIB

Ejaan Nama Anak Ini Lebih Sulit dari Uvuvwevwevwe Ossas

Ejaan Nama Anak Ini Lebih Sulit dari Uvuvwevwevwe Ossas

News | Kamis, 07 September 2017 | 07:08 WIB

Mengapa Nutella dan Strawberry Dilarang di Prancis

Mengapa Nutella dan Strawberry Dilarang di Prancis

News | Selasa, 27 Januari 2015 | 14:06 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB