Hati-hati, Bedak Talek Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Vania Rossa, Risna Halidi

Senin, 25 Juni 2018 | 16:19 WIB
Hati-hati, Bedak Talek Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
Ilustrasi bedak talek. (Shutterstock)

Suara.com - Masih suka menggunaan bedak tabur atau yang lebih sering dikenal senagai talek? Hati-hati, ya, pasalnya, seorang perempuan di Amerika Serikat telah diagnosis kanker ovarium karena dugaan paparan abu pada bedak talek.

Dilasir dari Daily Mail, pengacara korban yang bekerja sama dengan seorang ahli kanker mesothelioma coba mengungkap fakta tersebut secara ilmiah.

Menurut Phillip Gower, seorang ahli mesothelioma, kasus seperti ini perlu mendapat perhatian luas dari masyarakat. "Ada masalah besar di luar sana. Sejauh ini kita hanya melihat permukaan. Ini adalah bom waktu yang siap meledak kapan pun," kata Gower.

Ia percaya banyak orang tidak menyadari bahwa menggunakan bedak talek bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Parahnya lagi, bedak talek bukan hanya digunakan oleh orang dewasa tapi juga anak-anak.

"Mereka seharusnya diberitahu tentang risiko ini, tetapi sampai sekarang mereka tidak tahu betapa bahayanya bedak talek," tegas Gower.

Bedak talek yang beredar di pasaran terbuat dari talc atau mineral lunak yang mengandung debu berbahaya di dalamnya.

Penelitian telah menunjukkan bahwa ada risiko kontaminasi silang selama proses pembuatan. Paparan serat debu inilah yang dikaitkan dengan mesothelioma, sejenis kanker agresif yang berkembang pada lapisan paru-paru, perut, atau jantung.

Sementara itu, lembaga kesehatan American Cancer Society memberikan pernyataan bahwa belum ada kepastian jelas apakah talc bisa meningkatkan pertumbuhan sel kanker, khususnya di ovarium.

Tetapi Badan Internasional untuk Penelitian Kanker, sebuah cabang dari Organisasi Kesehatan Dunia, mengklasifikasikan bahwa bedak ini mengandung debu yang bersifat karsinogenik bagi manusia.

baca juga

Meski begitu, Profesor Paul Pharoah, seorang ahli epidemiologi dari Universitas Cambridge, tidak melihat hubungan kuat antara talc dan kanker ovarium.

Pun dengan hubungan kausal antara penggunaan talc genital dan risiko kanker ovarium yang dinyatakan lemah.

Tetapi penelitian selama berulang kali menunjukkan hal berlawanan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut seorang peneliti dari Harvard University, ada seorang perempuan yang mengembangkan kanker ovarium sebesar 40 persen setelah menggunakan bedak talek setiap hari.

Dalam sebuah penelitian yang mempelajari 3.000 perempuan pengguna bedak talek, ada peningkatan risiko kanker sebesar 36 persen bila digunakan seminggu sekali, dan risiko meningkat menjadi 41 persen bagi mereka yang menggunakan bedak talek setiap hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada, Kanker Payudara Incar Perempuan Kurus!

Waspada, Kanker Payudara Incar Perempuan Kurus!

Health | Sabtu, 23 Juni 2018 | 20:15 WIB

Lima Cara Sederhana Pangkas Risiko Kanker Payudara

Lima Cara Sederhana Pangkas Risiko Kanker Payudara

Health | Jum'at, 22 Juni 2018 | 14:31 WIB

Tiga Negara Ini Paling Banyak Alami Kasus Kematian Akibat Kanker

Tiga Negara Ini Paling Banyak Alami Kasus Kematian Akibat Kanker

Health | Rabu, 06 Juni 2018 | 17:07 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB