Ini Manfaat Kesehatan Donor Darah Rutin Dua Bulan Sekali

Selasa, 03 Juli 2018 | 16:32 WIB
Ini Manfaat Kesehatan Donor Darah Rutin Dua Bulan Sekali
Donor darah di LTC Glodok, Jakarta, Sabtu (16/9).

Suara.com - Donor darah ternyata tak hanya dibutuhkan saat kondisi darurat saja, Anda bisa menjadikannya sebagai kebiasaan sehat yang bisa dilakukan setiap dua bulan sekali untuk mendapatkan manfaat kesehatan secara maksimal.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo mengatakan bahwa sel-sel darah umumnya diproduksi setiap tiga bulan sekali. Itu sebabnya akan lebih bermanfaat jika kita bisa memberikannya kepada pasien yang membutuhkan pasokan darah tambahan.

"Darah setiap tiga bulan itu sudah rusak, jadi akan memproduksi kembali. Nah, sebelum rusak lebih baik kita donorkan. Sakit sih ditusuk jarum, tapi kalau darah yang kita keluarkan bisa menolong nyawa orang lain rasanya itu bisa membalas sakit ditusuk jarum tadi," ujar Untung pada temu media peringatan Hari Donor Darah Sedunia di Kementerian Kesehatan, Selasa (3/7/2018).

Selain bisa menolong nyawa orang lain, donor darah juga bisa membuat tubuh Anda lebih sehat. Pasalnya sel-sel darah diproduksi lebih cepat sebelum rusak sehingga aliran darah ke seluruh tubuh pun lebih lancar.

Tak hanya itu, Direktur Pelayanan Kesehatan Primer drg Saraswati MPH menambahkan, biasanya sebelum memberikan darahnya, pendonor akan menjalani pemeriksaan kesehatan mulai dari pengukuran tekanan darah, kekentalan darah hingga tingkat hemoglobin.

"Otomatis status kesehatannya di cek setiap dua bulan karena sebelum mendonor akan diperiksa dulu tensi, tingkat kekentalan darah dan jumlah hemoblobinnya. Jadi, bisa ketahuan oh tensi saya lagi naik nih, atau sebaliknya sedang rendah nih sehingga bisa melakukan upaya kesehatan selanjutnya," terang Saraswati.

Ia menambahkan, jika dalam pemeriksaan kesehatan calon pendonor terdeteksi mengalami hipertensi maka tidak disarankan untuk mendonorkan darahnya. Pasalnya donor darah ketika tingkat tekanan darah memuncak bisa memicu risiko stroke atau serangan jantung.

"Jadi, memang tekanan darahnya harus dalam kondisi normal. Kalau yang sudah biasa donor, ketika berhenti itu malah badan jadi nggak enak, sering pusing. Makanya bikin ketagihan," jelas Saraswati.

Baca Juga: Kapolda Metro Jaya Minta Tembak Mati Penjambret di Jakarta

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI