Array

Kenali Toxemia, Risiko pada Kehamilan Kembar yang Dialami Beyonce

Selasa, 07 Agustus 2018 | 18:15 WIB
Kenali Toxemia, Risiko pada Kehamilan Kembar yang Dialami Beyonce
Beyonce Knowles

Suara.com - Diva internasional, Beyonce, mengaku bahwa dirinya mengalami toxemia ketika melahirkan anak kembarnya, Sir dan Rumi. Pengakuan tersebut diutarakan Beyonce dalam wawancara bersama Vogue pada edisi September 2018 ini.

Toxemia atau biasa dikenal sebagai preeklamsia, membuat istri dari rapper Jay Z tersebut harus istirahat selama sebulan penuh dan membuat si kembar dirawat dalam ruang unit perawatan intensif neonatal (NICU) selama berminggu-minggu.

Toxemia sendiri adalah istilah yang luas untuk mengacu pada racun tidak dikenal dan dapat menyebabkan masalah medis. Beberapa dokter menyebut masalah ini sebagai preeclampsia toxemia. 

Kondisi tersebut merupakan sebuah  tanda bahwa plasenta, sumber nutrisi penting untuk bayi yang sedang tumbuh, tidak berfungsi dengan baik dan bahkan melepaskan diri dari rahim.

Perempuan yang mengalami toxemia mengalami gejala seperti tekanan darah tinggi, pembengkakan pada tangan dan kaki, serta tingginya kadar protein pada urin. 

Toxemia juga dapat menimbulkan sakit kepala, pusing, penglihatan buram dan kenaikan berat badan secara mendadak. 

Preeklamsia toxemia dapat berlanjut menjadi eklamsia, yang membuat ibu hamil mengalami kejang dan dapat membahayakan nyawa baik ibu maupun anaknya.

Tidak jelas mengapa beberapa perempuan mengalami kondisi tersebut, tetapi perempuan dengan kondisi kehamilan kembar seperti Beyonce dan perempuan dengan diabetes cenderung memiliki risiko  lebih tinggi. 

Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Perempuan hamil usia tua serta kehamilan pertama juga memiliki risiko preeklampsia yang lebih tinggi. Salah satu cara untuk mengobati kondisi ini adalah dengan melahirkan bayi yang dikandung. 

Dokter biasanya akan melakukan induksi persalinan atau bahkan bedah caesar. Untuk bisa sampai pada titik tersebut, kehamilan harus sudah memasuki 37 minggu dan dokter akan memberikan steroid untuk meningkatkan pertumbuhan paru-paru bayi serta meminta ibu untuk beristirahat selama berminggu-minggu menjelang kehamilan. 

Perempuan hamil juga akan diberikan obat untuk mengontrol tekanan darah dan melakukan tes darah serta tes urin secara rutin untuk melacak adanya tanda-tanda kelebihan protein. 

Apakah seorang perempuan yang pernah mengalami Toxemia akan mengalaminya lagi? 

Preeklamsia, jika diobati dengan benar selama kehamilan, akan sembuh dalam waktu seminggu. Meskipun kemungkinan besar perempuam yang mengalaminya akan mengembangkan masalah yang sama pada kehamilan berikutnya, namun kasus seperti itu tidak selalu terjadi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI