12 Anak Perempuan Indonesia Ambil Alih Jabatan Pemimpin Sehari

Ade Indra Kusuma, Firsta Nodia

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 17:43 WIB
12 Anak Perempuan Indonesia Ambil Alih Jabatan Pemimpin Sehari
Perayaan Hari Anak Perempuan International 2018 [Suara.com/Firsta]

Suara.com - Profesi pemimpin selama ini kerap diisi oleh sosok lelaki. Padahal perempuan juga memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Dalam perayaan Hari Anak Perempuan International 2018, 12 anak perempuan Indonesia mendapat kesempatan untuk mengambil alih posisi sejumlah pemimpin di berbagai institusi pemerintahan, BUMN, hingga lembaga internasional dalam kegiatan "Sehari Jadi Pemimpin".

Berbagai peran pemimpin yang diambil alih antara lain adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Komisaris PT Kereta Api Indonesia, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan lnformatika, Direktur Tindak Pidana Siber, sejumlah posisi di Kepolisian Resor Jakarta Pusat, hingga mengambil alih peran di Iembaga kemanusiaan nasional dan internasional, yakni, sebagai Deputy Country Representative dan Program Analyst For Youth Development and ASRH United Nation Population Fund (UNFPA), serta Direktur Eksekutif dan Direktur Program Yayasan Plan lnternational lndonesia (YPll).

Disampaikan Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan lnternational Indonesia, kegiatan 'Sehari Jadi Pemimpin' ini dihelat untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak perempuan agar setara dengan anak laki-laki.

"Sudah saatnya anak-anak perempuan menjadi bagian di tiap pengambilan keputusan dalam kebijakan publik,“ ujar Dini dalam temu media di Stasiun Gambir, Jakarta, Sabtu (13/10/2018).

Hal ini, kata Dini merujuk pada hasil riset yang dilakukan Yayasan Plan International bekerjasama dengan U Report yang menunjukkan bahwa ruang publik dan fasilitas umum di Indonesia masih belum sepenuhnya memenuhi hak anak, terutama anak perempuan.

Dalam kesempatan yang sama, Lala asal Bone yang mengambil alih profesi Direktur Tindak Pidana Siber menceritakan pengalamannya menjadi pemimpin sehari. Menurut Lala, kasus kekerasan terhadap perempuan harus mendapat perhatian secara mendalam.

"Sexting dan pedofilia masih menjadi kasus kekerasan pada anak perempuan yang harus diprioritaskan penanganannya sehingga perempuan yang jadi korban bisa dapat konseling untuk memulihkan kondisi," ujar Lala.

Tak hanya itu dari pengalamannya itu pula, Lala juga memberi rekomendasi pada pihak kepolisian untuk membuat aplikasi yang dikhususkan dalam pelaporan kasus kriminal secara online sehingga lebih aman bagi kaum perempuan yang menjadi korban.

"Aplikasi itu seharusnya bisa digunakan untuk pelaporan kasus cybercrime sehingga penanganannya bisa lebih cepat," tambah Lala.
Selain di Jakarta, Dini mengatakan perayaan Hari Anak Internasional 2018 juga dilakukan di wilayah area kerja Yayasan Plan lnternational Indonesia di Nagekeo, Lembata dan Soe pada 12-13 Oktober dengan melibatkan anak-anak perempuan dalam aktivitasnya, di antaranya dengan memberikan penghargaan kepada anak-anak perempuan yang aktif menyuarakan hak anak.

baca juga

"Mereka juga akan melakukan diskusi dan audiensi dengan pemerintah di daerahnya masing-masing untuk menghasilkan rekomendasi demi terciptanya ruang yang aman untuk anak perempuan dan perempuan muda," tandas Dini.

Berikut nama kedua belas anak yang mengikuti program “Sehari Jadi Pemimpin”:

1. Eiffelyne: Kediri, Executive Director Yayasan Plan International Indonesua .
2. Ainun: Kepulauan Selayar, Program Director Yayasan Plan International Indonesra
3. Tiara: Bogor, Komisaris PT KAI
4. Freety: Bengkulu, Program Analyst for Youth Development and ASRH Program UNFPA
5. Jeivi: Halmahera Utara, Kasat Binmas Polres Jakpus 6. Shania: Pasuruan, Wakapolres Jakpus
7. Lala: Bone, Direktur Tindak Pidana Siber
8. Yola: Batam, Kasat Reskrim Polres Jakpus .
9. Ayes: Lembata, Deputy Country Representatlve UNFPA
10. Osin: Lembata, Menko Maritim
11. Zeno: Nagekeo, Sekjen Kominfo
12. Elfi: Lembata, Kanit PPA Polres Jakpus 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Perlunya Ayah dan Anak Perempuannya Dekat Sejak Dini

Ini Perlunya Ayah dan Anak Perempuannya Dekat Sejak Dini

Health | Jum'at, 31 Agustus 2018 | 20:53 WIB

Ini 5 Hal yang Wajib Dilakukan Ayah untuk Putri Kecilnya

Ini 5 Hal yang Wajib Dilakukan Ayah untuk Putri Kecilnya

Lifestyle | Rabu, 08 Agustus 2018 | 13:41 WIB

Pesan Anne-Birgitte Albrectsen, Pejuang Hak Anak Segala Bangsa

Pesan Anne-Birgitte Albrectsen, Pejuang Hak Anak Segala Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 Juli 2018 | 12:48 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB