Duh, BAB Sembarangan Bisa Bikin Balita Stunting Lho!

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Kamis, 18 Oktober 2018 | 18:55 WIB
Duh, BAB Sembarangan Bisa Bikin Balita Stunting Lho!
Balita stunting bisa disebabkan oleh BAB sembarangan. (Shutterstock)

Suara.com - Buang air besar (BAB) sembarangan memiliki dampak langsung bagi tumbuh kembang balita. Pakar mengatakan, balita stunting juga bisa disebabkan oleh kebiasaan BAB sembarangan.

Disampaikan Dr. Imran Agus Nurali, Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, stunting tak hanya dipicu oleh asupan gizi yang kurang mencukupi. Sanitasi yang baik seperti stop BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun, dan pengelolaan air untuk minum dan makan juga memegang peranan penting dalam pencegahan stunting.

Ia menjelaskan sanitasi yang buruk dapat memicu kerusakan dinding usus akibat paparan bakteri. Akibatnya hal ini turut mengganggu penyerapan zat gizi makanan. Hal ini berdampak pada gangguan tumbuh kembang pada bayi dan balita, sehingga berakibat stunting.

"Itu sebabnya akses terhadap sanitasi yang baik berkontribusi dalam penurunan stunting sebesar 27 persen," ujar Imran dalam temu media di Kementerian Kesehatan, Kamis (18/10/2018).

Berdasarkan data Riskesdas 2013, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 37,2 persen. Hal ini menurut Imran tidak hanya akibat gizi buruk, stunting juga merupakan dampak dari sanitasi buruk.

"Sebelumnya stunting hanya dikaitkan karena kurang gizi, tapi hasil survei kita, sanitasi yang jelek juga berpengaruh pada stunting. Bukan sekadar diare yang bisa diobati sembuh, kalau stunting kan efeknya jangka panjang. Kondisi ini bisa memengaruhi kualitas anak bangsa Indonesia ke depannya," tambah dia.

Imran menambahkan, hingga hari ini baru 76,71 persen atau sekitar 70 juta rumah tangga yang mendapatkan akses sanitasi yang baik. Bahkan data e-monev STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) terbaru menyatakan, baru 1 provinsi di Indonesia yang dinyatakan 100 persen bebas dari perilaku BAB sembarangan, yakni provinsi Yogyakarta.

Sementara untuk tingkat kabupaten/kota, hanya 23 dari 500-an kabupaten/kota di Indonesia. Sukoharjo, Karanganyar, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Wonogiri, Boyolali, Grobogan, Ngawi, Pacitan, Madiun, Magetan, Pare-pare, Banda Aceh, Gunung Kidul, Bantul, Sleman, Yogyakarta, Sumbawa Barat, Alor, Kupang, Lamongan, Kulonprogo, dan Pringsewu merupakan kabupaten/kota yang bebas 100 persen dari BAB sembarangan.

"Saya berharap pemberian penghargaan terhadap daerah yang sudah bebas 100 persen dari perilaku buang air besar sembarangan bisa memicu daerah lainnya untuk menuntaskan persoalan ini," tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkes Genjot Program 5 Pilar Demi Stop BAB Sembarangan

Menkes Genjot Program 5 Pilar Demi Stop BAB Sembarangan

Health | Kamis, 18 Oktober 2018 | 17:16 WIB

Indonesia Belum Bebas dari Perilaku BAB Sembarangan

Indonesia Belum Bebas dari Perilaku BAB Sembarangan

Health | Kamis, 18 Oktober 2018 | 12:38 WIB

Ibu Bayi yang Tewas Dicekoki Cabai Ditetapkan Jadi Tersangka

Ibu Bayi yang Tewas Dicekoki Cabai Ditetapkan Jadi Tersangka

News | Kamis, 18 Oktober 2018 | 08:03 WIB

Ibu Malas Makan Ikan Bikin Angka Stunting di Indonesia Tinggi

Ibu Malas Makan Ikan Bikin Angka Stunting di Indonesia Tinggi

Health | Kamis, 11 Oktober 2018 | 15:42 WIB

Jika Dibiarkan, Anak Picky Eater Berisiko Stunting

Jika Dibiarkan, Anak Picky Eater Berisiko Stunting

Health | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 12:19 WIB

Terkini

Penyaluran Kredit FIFGroup Tumbuh 6,8 Persen

Penyaluran Kredit FIFGroup Tumbuh 6,8 Persen

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 18:36 WIB

Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu

Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu

Bali | Sabtu, 26 September 2026 | 18:33 WIB

Gaya Hidup Hedon Deputi Bakom Timothy Ivan Triyono Disorot, MAKI: Mundur Saja Kalau Tak Bisa Rem!

Gaya Hidup Hedon Deputi Bakom Timothy Ivan Triyono Disorot, MAKI: Mundur Saja Kalau Tak Bisa Rem!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 18:32 WIB

Bye Bibir Mengelupas! 5 Lip Care Panthenol untuk Bibir Plump dan Sehat

Bye Bibir Mengelupas! 5 Lip Care Panthenol untuk Bibir Plump dan Sehat

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif

Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif

News | Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Suasana Haru Pemakaman Guruh Soekarnoputra di Karet Bivak

Suasana Haru Pemakaman Guruh Soekarnoputra di Karet Bivak

Foto | Sabtu, 26 September 2026 | 18:20 WIB

Review Skenario Sang Jenderal: Kupas Kasus Sensitif yang Mengguncang Publik

Review Skenario Sang Jenderal: Kupas Kasus Sensitif yang Mengguncang Publik

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:15 WIB

4 Tablet Murah untuk Pelajar Paling Worth It 2026, Bonus Stylus Cuma Rp2 Jutaan

4 Tablet Murah untuk Pelajar Paling Worth It 2026, Bonus Stylus Cuma Rp2 Jutaan

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 18:15 WIB

Modus Licik BPN Jatim: Ubah Uang Suap Jadi Perhiasan Emas, Kini Disita KPK!

Modus Licik BPN Jatim: Ubah Uang Suap Jadi Perhiasan Emas, Kini Disita KPK!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 18:11 WIB

Skutik Retro Yamaha Sukses Pikat Pasar Anak Muda Jawa Barat

Skutik Retro Yamaha Sukses Pikat Pasar Anak Muda Jawa Barat

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 18:07 WIB

×