Studi: Efek Samping Kemoterapi Lebih Berat Bagi Pasien Perempuan

M. Reza Sulaiman, Vessy Dwirika Frizona

Jum'at, 19 Oktober 2018 | 17:11 WIB
Studi: Efek Samping Kemoterapi Lebih Berat Bagi Pasien Perempuan
Siapa yang lebih berat mengalami efek kemoterapi, lelaki atau perempuan? (Shutterstock)

Suara.com - Kemoterapi merupakan metode pengobatan yang dilakukan untuk penyakit kanker. Kemoterapi diketahui memiliki efek samping yang melemahkan kondisi pasien, seperti mual dan muntah, serta penurunan jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Namun, seperti dilansir Daily Mail, Jumat (18/10/2018), sebuah studi menemukan perempuan lebih rentan mengalami efek samping dari kemoterapi daripada lelaki. Para peneliti di Royal Marsden NHS Foundation Trust mengatakan temuan mereka menambah bukti bahwa gender dapat menjadi faktor penting dalam pengobatan kanker, termasuk kemoterapi.

Penelitian yang dipresentasikan pada kongres European Society for Medical Oncology di Munich, Jerman, ini menganalisis data dari empat percobaan acak yang dilakukan di Inggris dan Australasia. Empat penelitian itu menganalisis manfaat dan efek samping kemoterapi terhadap pasien kanker esophagus dan kanker lambung.

Data dari 1.654 pasien (1.328 lelaki dan 326 perempuan) menunjukkan bahwa perempuan mengalami tingkat mual dan muntah yang lebih tinggi dari lelaki, dengan persentase perempuan 89 persen dan lelaki 78 persen. Sementara untuk diare, persentasinya sebanyak 54 persen perempuan dan 47 persen lelaki. Begitu juga dengan kerontokan rambut, 81 persen perempuan dan 74 persen laki-laki. Ulkus mulut terjadi pada 50 persen perempuan tetapi hanya 41 persen terhadap lelaki.

Efek samping yang terjadi selama masa perawatan membuat pasien perempuan lebih lama menjalani rawat inap daripada lelaki di rumah sakit. Mereka juga cenderung mengalami lebih banyak infeksi akibat jumlah sel darah putih yang rendah.

Dalam hal efektivitas pengobatan, tidak ada perbedaan dalam tingkat kelangsungan hidup antara kedua jenis kelamin, meskipun proporsi pasien yang mengalami pengurangan ukuran tumor lebih tinggi pada lelaki.

"Kami telah mengetahui ini sejak lama, bahwa ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam saat menjalani kemoterapi," ujar Dr Michael Davidson dari Royal Marsden NHS Foundation Trust.

"Namun, kami baru saja mulai memahami bagaimana perbedaan genetik dan biologis antara lelaki dan wanita mempengaruhi perkembangan kanker dan respons terhadap pengobatan," ungkapnya lagi.

Profesor David Cunningham, direktur Pusat Penelitian Biomedis di Royal Marsden dan Institut Penelitian Kanker, London, mengatakan, penelitian ini menambah semakin banyak bukti bahwa gender dapat menjadi faktor penting dalam pengobatan kanker, dan bahwa dokter perlu untuk menyadari perbedaan tersebut.

"Misalnya, mengetahui pasien perempuan lebih mungkin mengalami efek samping seperti mual dan muntah atau diare, sehingga mereka diberikan dukungan kemoterapi yang lebih guna mengoptimalkan pengobatan," tutupnya.

Itulah dampah perbedaan gender pada pengobatan kemoterapi pasien kanker perempuan dan lelaki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenali, Ragam Penyebab dan Cara Pencegahan Kanker Tiroid

Kenali, Ragam Penyebab dan Cara Pencegahan Kanker Tiroid

Health | Jum'at, 19 Oktober 2018 | 14:21 WIB

Yuk Intip Pola Hidup Chelsea Islan untuk Cegah Kanker

Yuk Intip Pola Hidup Chelsea Islan untuk Cegah Kanker

Health | Jum'at, 19 Oktober 2018 | 07:30 WIB

Sembuh dari Leukimia berkat Berpikir Positif

Sembuh dari Leukimia berkat Berpikir Positif

Health | Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:15 WIB

Ternyata Bayi Baru Lahir Pun Bisa Kena Kanker

Ternyata Bayi Baru Lahir Pun Bisa Kena Kanker

Health | Rabu, 17 Oktober 2018 | 10:00 WIB

Kenali Gejala Leukimia pada Anak dengan 3P, Sebelum Terlambat

Kenali Gejala Leukimia pada Anak dengan 3P, Sebelum Terlambat

Health | Selasa, 16 Oktober 2018 | 16:00 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB