Waduh, Kotak Tidur Tingkatkan Sindrom Kematian Bayi Mendadak?

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Minggu, 21 Oktober 2018 | 16:15 WIB
Waduh, Kotak Tidur Tingkatkan Sindrom Kematian Bayi Mendadak?
Kotak tidur bayi bisa tingkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak? (Shutterstock)

Suara.com - Ragam kotak tidur bayi bergaya Finlandia kini sedang ngetren digunakan oleh para orang tua, atau diberikan sebagai hadiah bayi yang baru lahir. Dilengkapi dengan selimut, kotak tidur dianggap dapat membuat tidur bayi lebih aman dan praktis daripada keranjang bayi.

Tapi kini para ahli memperingatkan bahwa kotak tidur dapat meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome/SIDS). Kok bisa?

Kotak tidur biasanya memiliki bentuk lebih sederhana dari keranjang bayi, dan diperkenalkan sebagai cara untuk meminimalkan risiko kematian bayi secara mendadak. Hal tersebut bahkan telah disetujui oleh Royal College of Midwives, organisasi kebidanan di Inggris.

Dilansir The Sun, Profesor Peter Blair, dari University of Bristol, menyebut tidak ada bukti yang menunjukkan kotak tidur lebih aman atau bahkan dapat mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak.

Dalam publikasinya di British Medical Journal, Blair mengatakan kotak tidur bayi tidak bisa dipromosikan sebagai ruang tidur yang aman, melainkan hanya sebagai pengganti sementara.

Contohnya, untuk orang tua yang tidak memiliki tempat aman untuk bayi mereka, kotak tidur dapat menjadi alternatif yang lebih baik daripada ruang berbahaya seperti sofa.

Blair dan rekan-rekannya juga mengatakan bahwa perlu banyak penelitian lebih lanjut sebelum kotak tidur direkomendasikan sebagai tempat tidur aman bagi bayi.

Berbeda dengan dipan, bassinets atau keranjang tidur yang memungkinkan bayi terlihat dan mendapat aliran udara, kotak tidur biasanya terbuat dari kardus biasa dan memiliki sisi penutup yang tinggi.

Hal tersebut membuat orang tua dan pengasuh hanya dapat melihat bayi jika berdiri dan melihat langsung ke arah kotak tidur. Kotak tidur juga dianggap mudah terbakar seperti kardus, dan mungkin tidak memberikan perlindungan yang cukup jika jatuh dari ketinggian.

baca juga

"Kami mendukung setiap inisiatif yang meningkatkan kesadaran sindrom kematian bayi mendadak, termasuk saran pengurangan risiko sindrom kematian bayi mendadak dengan menggunakan kotak tidur bayi," tulis Prof Blair dan rekan-rekannya.

"Namun saran ini bisa jadi berbahaya jika tidak ditunjang dengan bukti-bukti ilmiah yang kuat," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Intip Momen Pangeran Harry yang Sudah Siap Jadi Ayah

Intip Momen Pangeran Harry yang Sudah Siap Jadi Ayah

Lifestyle | Rabu, 17 Oktober 2018 | 18:30 WIB

Apakah Hamil Anggur Bisa Jadi Janin dan Diselamatkan?

Apakah Hamil Anggur Bisa Jadi Janin dan Diselamatkan?

Health | Rabu, 17 Oktober 2018 | 15:00 WIB

Ini Alasan Anak Meghan Markle Tak Dapat Gelar Pangeran atau Putri

Ini Alasan Anak Meghan Markle Tak Dapat Gelar Pangeran atau Putri

Lifestyle | Selasa, 16 Oktober 2018 | 19:57 WIB

Pamor Sandra Dewi Kalah dengan Anak, Ini Buktinya

Pamor Sandra Dewi Kalah dengan Anak, Ini Buktinya

Entertainment | Selasa, 16 Oktober 2018 | 17:06 WIB

3 Bulan, Waktu yang Dibutuhkan Ibu Baru untuk Mengenal Bayinya

3 Bulan, Waktu yang Dibutuhkan Ibu Baru untuk Mengenal Bayinya

Health | Jum'at, 12 Oktober 2018 | 13:18 WIB

Terkini

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:45 WIB

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:04 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:59 WIB

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:57 WIB

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:56 WIB

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:45 WIB

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:25 WIB

Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026

Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026

Sport | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:24 WIB

×