Cegah Komplikasi pada Diabetes dengan Terapi Oksigen Hiperbarik

Selasa, 23 Oktober 2018 | 08:50 WIB
Cegah Komplikasi pada Diabetes dengan Terapi Oksigen Hiperbarik
Terapi oksigen hiperbarik dapat mencegah komplikasi pada diabetes. (Siloam Hospitals Manado)

Suara.com - Terapi oksigen hiperbarik selama ini identik sebagai pengobatan dekompresi yang kerap dialami para penyelam. Namun ternyata terapi ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai indikasi klinis, antara lain penyembuhan luka tubuh seperti luka bakar dan luka terkait penyakit diabetes melitus, hingga pencangkokan kulit. Demikian disampaikan dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika Siloam Hospitals Manado, dr. Mendy Hatibie, Sp.BP-RE. HBOT.

Manfaat terapi oksigen hiperbarik ini telah diakui secara resmi oleh Undersea and Hyperbaric Medical Society (UHMS) serta Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat pada tahun 2011.

Dijelaskan Mendy, pemberian oksigen murni dalam ruang bertekanan yang disebut chamber ini mampu menyuplai oksigen 10-15 kali lebih banyak dibandingkan jika pemberian oksigen dilakukan di permukaan laut atau pada tingkat atmosfer normal.

"Sehingga terapi ini sangat efektif untuk merangsang pembentukan pembuluh darah baru, mengurangi pembengkakan dan peradangan, menonaktifkan racun, meningkatkan kemampuan sel darah putih untuk melawan infeksi, membantu tubuh membangun jaringan ikat baru, membersihkan racun dan produk sisa metabolisme, serta mempercepat proses penyembuhan," ujar Mendy dalam rilis resmi yang diterima Suara.com, Selasa (22/10/2018).

Bagi pasien diabetes melitus, terapi hiperbarik oksigen bermanfaat untuk mengatasi komplikasi masalah kesehatan yang biasanya sering terjadi. Adapun komplikasi tersebut disebabkan karena kadar gula darah yang tinggi dalam tubuh berlangsung pada waktu lama sehingga merusak pembuluh darah dan sistem saraf.

Komplikasi diabetes bisa berakibat pada beberapa kerusakan bagian tubuh, seperti penyakit jantung, terganggunya fungsi ginjal, kebutaan, pembusukan kaki yang kadang memerlukan amputasi, dan impotensi. Suplai oksigen dari HBOT mampu memperbaiki fungsi saraf dan memperlancar peredaran darah, serta dapat meningkatkan kinerja insulin pasien diabetes," tambah dia.

Hasil dari terapi ini sendiri dapat dirasakan setelah menjalankan beberapa sesi terapi. Dan terapi ini dapat dijalankan bersamaan dengan terapi lain sesuai dengan rekomendasi dokter. Secara umum, semakin kronis kondisi penyakit seseorang maka sesi yang dibutuhkan juga bisa semakin banyak.

“Diskusikan dengan dokter Anda mengenai terapi spesifik apa yang dapat Anda terima sesuai dengan kondisi medis serta berapa sesi yang harus dijalani. Ceritakan kondisi medis Anda secara jelas dan lengkap kepada dokter guna menghindari efek samping yang tidak diinginkan," tandas dr Mendy menutup sesi sosialisasi 'Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) on Wound Healing and Wellness' yang dihelat Siloam Hospitals Manado.

Baca Juga: Main Film Horor, Zack Lee Kesulitan Lakukan Adegan Ini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI