Tren Harbolnas, Waspada Dampak Negatifnya pada Kesehatan

Ade Indra Kusuma

Jum'at, 09 November 2018 | 08:57 WIB
Tren Harbolnas, Waspada Dampak Negatifnya pada Kesehatan
Dampak negatif belanja online pada kesehatan [shutterstock]

Suara.com - Menyambut Harbolnas beberapa hari kedepan, para konsumen pastinya sudah merinci dan menandai barang-barang yang siap diborong di hari diskon terbesar di beberapa aplikasi e-commerce yang ada di Indonesia. Namun tahukah Anda, menyambut diskon besar Harbolnas, ternyata bagi Anda yang gemar belanja online, ada dampak negatifnya kepada kesehatan lho.

Studi e-commerce dari Frost & Sullivan’s juga menguatkan bahwa saat ini memang terjadi peningkatan tren konsumen yang semakin suka menggunakan aplikasi mobile terutama untuk belanja.

Berdasarkan studi Shopback baru-baru ini, terkait dominasi aplikasi ponsel di industri e-commerce, aplikasi ponsel menyumbang traffic paling banyak di platform e-commerce saat ini. Munculnya fitur inovasi di platform e-commerce guna menciptakan aktivitas lain selain melakukan pembelian, menjadi salah satu alasan peningkatan traffic melalui aplikasi ponsel.

Seperti, Shopee Shake, yang mengharuskan pengguna untuk menggoyangkan perangkat seluler mereka secepat mungkin. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 100.000 pengguna berpartisipasi hanya dalam beberapa hari setelah peluncurannya. Selain itu, ada fitur Slash it dari Lazada, yang diluncurkan bersamaan pada Shopfest di September 2018. Fitur ini membuat pengguna mengajak lebih banyak temannya untuk mendapatkan lebih banyak potongan harga.

Bicara kaitan belanja dengan kesehatan, para ahli memperingatkan bahwa kebiasaan belanja online bisa membuat tubuh Anda lemah karena tak lagi melibatkan anggota tubuh untuk memilih, serta membawa barang belanjaan layaknya belanja di gerai supermarket.

Melansir The Sun, Charter Society of Physioteraphy (CSP) mengungkap hasil survei yang menyebutkan, satu dari empat orang berusia 65 tahun ke atas tidak melakukan latihan penguatan sehingga membuat otot mereka lemah.

Padahal studi telah menunjukkan bahwa latihan penguatan dapat membantu mencegah masalah kesehatan seiring bertambahnya usia. Latihan penguatan sebenarnya bukan berarti harus dilakukan di pusat kebugaran, membawa tas belanja juga dapat membantu menjaga tulang dan otot tetap kuat seiring dengan bertambahnya usia.

Prof Karen Middleton, kepala eksekutif CSP, mengatakan bahwa tren belanja online yang mempermudah hidup manusia justru pada gilirannya dapat memicu beragam masalah kesehatan termasuk membuat otot lemah karena jarang digerakkan.

"Membuat tubuh tetap aktif bukan berarti harus dilakukan di pusat gym tapi bisa diupayakan dengan berbelanja di supermarket, berkebun, atau latihan berat badan sederhana seperti berdiri sebanyak 10 kali hitungan," ujar prof Karen.

baca juga

Selain untuk lansia, peneliti juga menggarisbawahi pentingnya melakukan aktivitas fisik pada mereka yang berusia 20-30an. Pasalnya, tulang yang tidak terbiasa digerakkan akan melemah pada usia akhir 20-an dan massa otot menyusut pada 40-an.

"Jadi bukan hanya orang tua yang perlu bergerak, tapi anak-anak muda juga harus memahani pentingnya aktivitas fisik. Hal ini akan menurunkan risiko Anda mengidap muskuloskeletal kronis pada usia 40-an," pungkas Karen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi : Smartphone Mengubah Perilaku Belanja Konsumen

Studi : Smartphone Mengubah Perilaku Belanja Konsumen

Lifestyle | Kamis, 08 November 2018 | 18:30 WIB

Kelelawar Hingga Nyamuk Berpotensi Ancam Kesehatan Masyarakat

Kelelawar Hingga Nyamuk Berpotensi Ancam Kesehatan Masyarakat

Health | Rabu, 07 November 2018 | 14:30 WIB

Jaga Kesehatan Tubuh Saat Naik Motor dengan Lakukan Hal Ini

Jaga Kesehatan Tubuh Saat Naik Motor dengan Lakukan Hal Ini

Health | Selasa, 06 November 2018 | 19:45 WIB

Terkini

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:35 WIB

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:14 WIB

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:11 WIB

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 21:10 WIB

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

×