Studi: Memukul Dapat Membuat Anak Lebih Agresif

Silfa Humairah Utami | Risna Halidi
Studi: Memukul Dapat Membuat Anak Lebih Agresif
Hati-hati sering memukul bisa membuat anak agresif. [Shutterstock]

Ini penjelasan kenapa anak menjadi agresif jika orang tua suka memukul.

Suara.com - Bersikap tegas pada anak memang sangat diperlukan terutama untuk menumbuhkan kebiasaan disiplin, tapi tentunya tidak dengan kekerasan atau memukul karena dapat membuat anak agresif.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), orangtua yang menerapkan konsep kekerasan dalam mendidik anak seperti kerap memberikan pukulan tangan, memukul menggunakan benda tumpul, atau bahkan sekadar menjewer dapat meningkatkan potensi agresi pada anak.

Dijelaskan bahwa mendidik anak dengan kekerasan akan memberikan masalah dan mampu mengubah otak, membuat anak berisiko melakukan penyalahgunaan zat, dan perilaku bunuh diri diusia dewasa.

Tidak hanya memukul, AAP juga menegaskan kepada semua orangtua untuk tidak menghina atau mempermalukan anak di depan umum atau di depan anggota keluarga lain.

"Meski pun banyak dari orang dewasa yang masa anak-anaknya dipukul, mereka bisa merasakan kebahagiaan di kemudian hari. Tapi, hal ini bukan jadi acuan pasti. Sebab, memukul anak tetap akan membawa dampak buruk jangka panjang," saran peneliti.

Lebih lanjut, studi yang dilakukan selama dua dekade tersebut juga mendukung bukti bahwa memukul dapat meningkatkan kadar hormon stres hingga membuat anak agresif.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS