Ini Dia Penyakit Penyebab Kematian Utama Ketiga di Dunia

Vania Rossa, Firsta Nodia

Sabtu, 24 November 2018 | 14:15 WIB
Ini Dia Penyakit Penyebab Kematian Utama Ketiga di Dunia
Paru-paru. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang mengancam jiwa. Diperkirakan sekitar 251 juta orang di seluruh dunia mengidap penyakit tersebut. Di Indonesia sendiri, data Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa prevalensi PPOK mencapai 3,7 persen atau sekitar 9,2 juta pasien.

Disampaikan DR. Dr. Susanthy Djalaksana, Sp.P(K) dari Universitas Brawijaya, PPOK merupakan penyakit progresif yang mengancam jiwa. Bahkan PPOK diperkirakan akan menjadi penyebab utama ketiga kematian di dunia pada tahun 2020.

"Sayangnya kesadaran dan stigma masyarakat terhadap penyakit ini masih sangat terbatas, begitu terdiagnosis, mereka tidak tahu cara mengatasi dan bagaimana perawatannya lebih lanjut," ujar dr. Susanthy.

Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap PPOK merupakan masalah utama dalam menekan penyakit pernapasan ini. Tahap awal PPOK sering kali tidak dikenali karena banyak penderita menganggap gejala seperti sesak napas, batuk kronis, dan adanya dahak sebagai kondisi normal yang terjadi seiring bertambahnya usia atau akibat umum dari merokok.

Ia menambahkan, PPOK paling sering terjadi pada usia lebih dari 40 tahun. Namun, berbagai faktor dapat berpengaruh pada perkembangan penyakit ini, bahkan sejak masih dalam kandungan, yaitu gangguan tumbuh kembang organ pernapasan. Infeksi saluran napas berulang pada masa awal kehidupan juga berkontribusi pada perkembangan PPOK.

"Di seluruh dunia, faktor risiko yang paling sering ditemui untuk PPOK adalah asap rokok dengan berbagai variasi jenis dan komposisinya. Faktor risiko penting lainnya termasuk debu dan bahan kimia di tempat kerja dan asap dari bahan bakar untuk memasak pada tempat tinggal dengan ventilasi yang buruk, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia," tambah dia.

Dengan adanya faktor-faktor tersebut, dr. Susanthy mengatakan tidak ada kata terlalu dini untuk mencegah dan mengenali PPOK. Tanpa pengobatan, PPOK merupakan penyakit progresif yang semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Sebenarnya, kata dia, pengobatan PPOK paling efektif ketika dimulai pada awal perjalanan penyakit.

"Namun, pada semua tahap penyakit, telah tersedia pengobatan untuk mencegah perburukan, mengurangi gejala terutama sesak napas dan memungkinkan penderita untuk berpartisipasi lebih banyak dalam kehidupan sehari-hari," tandas dia.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penyakit Ini Bisa Dideteksi Hanya dengan Melihat Mata Pasien

Penyakit Ini Bisa Dideteksi Hanya dengan Melihat Mata Pasien

Health | Kamis, 22 November 2018 | 10:40 WIB

Catat, Ini Jenis Penyakit yang Bisa Ditularkan Hewan Peliharaan

Catat, Ini Jenis Penyakit yang Bisa Ditularkan Hewan Peliharaan

Health | Minggu, 18 November 2018 | 14:42 WIB

Patahkan Penelitian Lama, Insomnia Ternyata Tak Bikin Cepat Mati

Patahkan Penelitian Lama, Insomnia Ternyata Tak Bikin Cepat Mati

Health | Jum'at, 16 November 2018 | 13:07 WIB

Terkini

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

Alasan Fresh Graduate Tak Boleh Bikin Satu CV saat Lamar Kerja di Beragam Perusahaan

Alasan Fresh Graduate Tak Boleh Bikin Satu CV saat Lamar Kerja di Beragam Perusahaan

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

×