5 Tahun Kemoterapi, Pria Ini Ternyata Tak Kena Kanker

M. Reza Sulaiman | Risna Halidi | Suara.com

Rabu, 28 November 2018 | 06:15 WIB
5 Tahun Kemoterapi, Pria Ini Ternyata Tak Kena Kanker
Sudah menjalani kemoterapi 5 tahun, pria ini ternyata tak kena kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Kemoterapi merupakan metode pengobatan untuk menangani penyakit kanker. Namun apa yang menimpa pria ini sungguh memprihatinkan. Sudah menjalani kemoterapi 5 tahun, ternyata penyakitnya bukan kanker.

5 tahun ini bagai mimpi buruk bagi James Salaz, seorang lelaki asal Montrose, Colorado, Amerika Serikat. Ia harus menjalani berbagai pengobatan setelah seorang dokter mendiagnosanya dengan kanker langka mematikan, Langerhans Cell Histiocytosis.

"Mereka bilang, saya satu-satunya orang Colorado yang memiliki kanker itu. Saya langsung mau mati saja karena kemoterapi sangat menakutkan," kata James Salaz.

Tapi apa boleh buat, James manut dan melakukan kemoterapi berkali-kali hingga 5 tahun. Ia sampai harus menelan pil penghilang rasa sakit setiap selesai menjalani kemo.

James menjalani rangkaian pengobatan untuk menghilangkan kanker dalam tubuhnya selama lima tahun penuh. Sampai pada satu titik, dokter lainnya mengatakan kalau James tak pernah memiliki kanker sama sekali.

Semua mulai terbongkar kala James merasakan tidak ada yang berubah dari hidupnya. Ia lalu mendatangi dokternya, Dr. Choon-Kee Lee dari Montrose Hospital dan bertanya mengapa ia tidak merasakan perubahan yang berarti.

Tapi Dr Lee tak pernah muncul kembali. Itu artinya James harus mencari dokter baru yang pada akhirnya, akan memberikan informasi kalau ternyata James tak pernah memiliki kanker sama sekali.

"Dia bilang kalau saya tak pernah menderita kanker Langerhans. Saya menderita sesuatu yang disebut vasculitis, dan dia katakan kalau saja lima tahun lalu sudah diketahui, saya akan baik-baik saja. Tapi sekarang malah makin parah," kata James Salaz kepada NBC11.

Kini James Salaz harus menjalani rangkaian pengobatan lain untuk penyakitnya serta pengobatan untuk mengurangi risiko akibat kemoterapi yang tidak dibutuhkan.

Ia juga didiagnosa menderita pancreatitis yang kata dokter terjadi akibat mendapat obat-obatan kanker yang begitu kuat. Bahkan masalah tersebut membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit sebanyak dua kali.

Bagiaman dengan kabar si dokter yang melakukan salah diagnosis? Dr. Choon-Kee Lee menolak melakukan wawancara seperti yang ditawarkan oleh NBC11.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diduga Terlibat Korupsi, Jaksa Tahan 3 Dokter di Pekanbaru

Diduga Terlibat Korupsi, Jaksa Tahan 3 Dokter di Pekanbaru

News | Selasa, 27 November 2018 | 13:14 WIB

Tak Terima Rekan Ditahan, Puluhan Dokter Geruduk Kejari Pekanbaru

Tak Terima Rekan Ditahan, Puluhan Dokter Geruduk Kejari Pekanbaru

News | Selasa, 27 November 2018 | 10:23 WIB

Gianluca Vialli Ungkap Perjuangan Dirinya Melawan Kanker

Gianluca Vialli Ungkap Perjuangan Dirinya Melawan Kanker

Bola | Senin, 26 November 2018 | 20:56 WIB

Polisi Observasi Kejiwaan Tersangka Penyerang Polsek Penjaringan

Polisi Observasi Kejiwaan Tersangka Penyerang Polsek Penjaringan

News | Senin, 26 November 2018 | 15:07 WIB

Sembuh dari Kanker, Lelaki Ini Buat Tato Wajah Sang Dokter

Sembuh dari Kanker, Lelaki Ini Buat Tato Wajah Sang Dokter

Lifestyle | Senin, 26 November 2018 | 11:16 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB