Bukan Cuman Toilet, Dinding Rumah Juga Rentan Terpapar Bakteri

M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 04 Desember 2018 | 11:41 WIB
Bukan Cuman Toilet, Dinding Rumah Juga Rentan Terpapar Bakteri
Demi menjaga kesehatan, dinding rumah juga perlu dibersihkan secara berkala untuk mengurangi kuman atau bakteri. (Shutterstock)

Suara.com - Selama ini kita berpikir bahwa toilet merupakan bagian di rumah yang dihuni banyak bakteri. Meski tak salah, namun tahukah Anda bahwa dinding yang selama ini jarang diperhatikan juga rentan menjadi tempat perkembangbiakan bakteri, virus dan jamur?

Hal ini disampaikan spesialis anak, dr. Caessar Pronocitro, M.Sc, Sp.A. Ia mengatakan seringkali para penghuni rumah hanya fokus membersihkan lantai, toilet atau jendela dari debu maupun kotoran.

Padahal dinding merupakan area terbesar di rumah. Anak juga kerap menggunakan dinding sebagai media eksplorasi seperti mencoret atau menggunakannya untuk merambat saat belajar jalan.

"Penelitian menunjukkan bahwa kondisi rumah memengaruhi kesehatan mental dan fisik penghuninya. Rumah lembab tidak hanya memengaruhi kondisi fisik seseorang tapi juga kesehatan mentalnya," ujar dr Caessar dalam talkshow Waspada Kuman Penyakit di Area Rumah di Indonesia Maternity Baby & Kids Expo (IMBEX), belum lama ini.

Dinding rumah bisa jadi tempat bakteri berkembang biak. (Dok. Nippon Paint)
Dinding rumah bisa jadi tempat bakteri berkembang biak. (Dok. Nippon Paint)

Ia menambahkan, jamur dan bakteri berkembang biak secara cepat antara 24-48 jam sejak timbulnya kelembapan di dinding atau lantai terutama yang berbahan kayu.

Spora jamur dan bakteri di area rumah bisa memasuki tubuh lewat terhirup atau bersentuhan langsung dengan kulit dan menimbulkan berbagai gejala kesehatan seperti diare, infeksi kulit, infeksi tenggorokan bahkan kebal antibiotik.

"Pastikan bersihkan rumah secara teratur. Dinding bisa dengan memilih cat yang anti bakteri, lalu pastikan hindari cat yang nengandung VOC (volatile organic compounds) serta timbal," tambah dia.

Dalam kesempatan yang sama, Mark Liew, Assistant General Manager Nippon Paint Indonesia mengatakam bahwa melihat kebutuhan tersebut Nippon Paint menghadirkan inovasi melalui Nippon Spot-less Plus dengan Silver-Ion yang efektif membasmi bakteri pada dinding, sehingga balita yang belajar berdiri atau berjalan dapat dengan aman menyentuh permukaan dinding rumah.

"Dilengkapi pula Stain-Guard agar noda pada dinding akibat aktivitas anak dapat mudah dibersihkan. Nippon Spot-less Plus tidak mengandung VOC (Volatile Organic Compund), zat yang berbahaya bagi kesehatan," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hii, Benda-Benda yang Sering Kita Pegang Ternyata Banyak Kuman!

Hii, Benda-Benda yang Sering Kita Pegang Ternyata Banyak Kuman!

Health | Kamis, 29 November 2018 | 18:34 WIB

Kuman Super Bunuh 33 Ribu Orang di Eropa Setiap Tahunnya

Kuman Super Bunuh 33 Ribu Orang di Eropa Setiap Tahunnya

Health | Kamis, 08 November 2018 | 18:30 WIB

4 Barang di Rumah yang Jadi Sarang Bakteri dan Virus

4 Barang di Rumah yang Jadi Sarang Bakteri dan Virus

Health | Kamis, 08 November 2018 | 02:00 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB