Ponsel Ternyata 7 Kali Lebih Banyak Bakteri Daripada Toilet

Ade Indra Kusuma | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 04 Desember 2018 | 19:00 WIB
Ponsel Ternyata 7 Kali Lebih Banyak Bakteri Daripada Toilet
Handphone jadi sarang bakteri [shutterstock]

Suara.com - Selama ini tentu Anda berpikir bahwa toilet adalah tempat paling banyak terdapat bakteri penyebab penyakit. Namun faktanya, ponsel jauh lebih kotor dibandingkan toilet.

Hal ini terungkap melalui uji laboratorium yang dilakukan Initial Washroom Hygiene. Menurut temuan, rata-rata ponsel yang diteliti tujuh kali lebih kotor dibandingkan toilet duduk. Hasil laboratorium menyebut bahwa di toilet ada 220 bakteri yang hidup sementara pada ponsel jumlahnya mencapai 1479.

Menurut peneliti, ponsel menjadi tempat strategis bagi kuman berkembang biak karena orang kerap membawanya ke kamar mandi. Profesor Hugh Pennington, bidang bakteriologi di Universitas Aberdeen, mengatakan bahwa menggunakan ponsel pintar di kamar mandi sama saja dengan menyeka bakteri dengan saputangan Anda.

"Ponsel dipenuhi bakteri karena orang kerap membawanya ke toilet dan lupa untuk membersihkan tangan mereka dengan sabun setelahnya," ujar Prof Pennington.

Meski demikian Pennington mengatakan bahwa bakteri itu bisa saja berasal dari tubuh atau kotoran orang itu sendiri sehingga kemungkinan untuk terinfeksi penyakit menjadi rendah. Namun Ia tetap mengingatkan agar seseorang menghindari menyentuh ponsel pintar milik orang lain, meski teman dekat mereka sendiri.

"Jenis dan jumlah bakteri pada ponsel setiap orang berbeda. Bakteri yang ada di ponsel kita mungkin tidak terlalu berisiko untuk kesehatan kita, tapi hal ini mungkin berbeda jika Anda menyentuh ponsel orang lain," tambah dia.

Penelitian ini mengambil sampel dari beberapa ponsel layar sentuh terpopuler seperti iPhone 6, Samsung Galaxy 8 dan Google Pixel untuk menganalisis jumlah bakteri, ragi dan jamur.

Layar ponsel yang memiliki tingkat bakteri tertinggi dimulai dari Samsung Galaxy, iPhone, dan Google Pixel. Bagian di ponsel yang sangat rentan ditumbuhi bakteri, jamur dan virus antara lain lubang handset, tombol kunci dan tombol home.

Sementara untuk alat make up, beauty blender paling sering ditumbuhi bakteri, disusul oleh kuas make up. Untuk peralatan kantor, keyboard dan mouse menempati posisi teratas yang paling sering dihinggapi bakteri.

Dr. Shirin Lakhani, dari Elite Aesthetics, mengatakan bahwa ponsel kini menjadi sumber dari munculnya jerawat yang sering tak disadari. Umumnya ponsel menyentuh wajah setiap orang ketika menelepon sehingga bakteri berpindah.

"Untuk mengatasi masalah ini, gunakan headset ketika menggunakan ponsel untuk jangka waktu yang lama dan secara teratur bersihkan smartphone Anda dengan pembersih alkohol untuk menghilangkan bakteri sebanyak mungkin sebelum menggunakannya," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Cuman Toilet, Dinding Rumah Juga Rentan Terpapar Bakteri

Bukan Cuman Toilet, Dinding Rumah Juga Rentan Terpapar Bakteri

Health | Selasa, 04 Desember 2018 | 11:41 WIB

Kebelet BAB, Peserta Reuni 212 Antre Toilet Hingga 1 Jam

Kebelet BAB, Peserta Reuni 212 Antre Toilet Hingga 1 Jam

News | Minggu, 02 Desember 2018 | 10:13 WIB

Hii, Benda-Benda yang Sering Kita Pegang Ternyata Banyak Kuman!

Hii, Benda-Benda yang Sering Kita Pegang Ternyata Banyak Kuman!

Health | Kamis, 29 November 2018 | 18:34 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB