Menyirih Ternyata Bisa Picu Kanker Mulut

Vania Rossa, Firsta Nodia

Kamis, 13 Desember 2018 | 16:16 WIB
Menyirih Ternyata Bisa Picu Kanker Mulut
Ilustrasi kesehatan mulut. (Shutterstock)

Suara.com - Menyirih atau mengunyah sirih merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan orangtua zaman dahulu. Bahkan menyirih sudah menjadi budaya yang mendarah daging meski kini hanya dapat ditemukan di pelosok-pelosok daerah.

Di samping merupakan budaya, menyirih juga dipercaya mendatangkan berbagai manfaat bagi kesehatan gigi dan rongga mulut, antara lain menguatkan tulang gigi hingga mencegah pertumbuhan bakteri penyebab berbagai penyakit.

Namun disampaikan drg. Rahmi Amtha MDS selaku
Ketua Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia, di sisi lain menyirih juga menjadi faktor risiko dari kanker mulut. Bahkan studi terkini yang dilakukan di Jakarta dan NTT (Nusa Tenggara Timur) menemukan fakta bahwa menyirih merupakan salah satu faktor risiko tertinggi kanker mulut selain merokok dan konsumsi alkohol.

"Jadi sebagian besar orang yang menyirih tidak hanya menggunakan sirih saja, tapi juga ada pinang tua. Sirihnya sendiri nggak masalah karena bersifat antiseptik, tapi yang bermasalah pinangnya," ujar drg. Rahmi dalam temu media di Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Ia mengatakan bahkan WHO telah mengklasifikasikan menyirih sebagai faktor risiko terjadinya kanker mulut. Alasannya pinang mengandung bahan karsinogenik atau pemicu kanker seperti arecoline, arecaidine, guvacine dan guvacoline.

"Jadi memang perlu kita edukasikan bahwa menyirih terutama yang juga mengandung pinang dapat meningkatkan risiko kanker. Hal ini bisa diawali dengan lesi pra kanker atau adanya perubahan warna maupun tekstur di mukosa rongga mulut," tambah dia.

Sebagai pencegahan, Ikatan Spesialis Penyakit Mulut, kata drg. Rahmi, mensosialisasikan gerakan 'SaMuRi' atau Periksa Mulut Sendiri. Melalui gerakan ini masyarakat akan diajarkan bagaimana melakukan pemeriksaan mulut secara mandiri dan juga menjaga kebersihan rongga mulut dengan baik.

SaMuRi sendiri, kata dia, bisa dilakukan dengan menghadap ke depan cermin lalu memperhatikan sembilan titik di rongga mulut untuk mencari tahu ada tidaknya perubahan warna atau tekstur.

"Jadi ada sembilan titik, coba perhatikan gusi, bibir, lidah kanan, lidah kiri, dasar mulut, langit-langit, rongga pipi kanan, rongga pipi kanan dan kelenjar liur. Jika dikenali adanya perubahan warna, tekstur, luka yang tidak sembuh-sembuh lebih dari satu bulan segera konsultasikan ke dokter gigi maupun spesialis mulut," tandas dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cegah Kanker Mulut dengan Deteksi Dini SaMuRi Yuk!

Cegah Kanker Mulut dengan Deteksi Dini SaMuRi Yuk!

Health | Kamis, 13 Desember 2018 | 11:45 WIB

Risiko Terjangkit Penyakit Cukup Tinggi, Ada Tips Menghindarinya

Risiko Terjangkit Penyakit Cukup Tinggi, Ada Tips Menghindarinya

Health | Selasa, 11 Desember 2018 | 15:00 WIB

Banyak Pasien Kanker Menolak Biopsi, Benarkah Malah Memicu Sel Kanker?

Banyak Pasien Kanker Menolak Biopsi, Benarkah Malah Memicu Sel Kanker?

Health | Jum'at, 07 Desember 2018 | 11:22 WIB

Terkini

Fenomena Hujatan Massal di Medsos: Kenapa Orang Lebih Berani Jahat di Kolom Komentar?

Fenomena Hujatan Massal di Medsos: Kenapa Orang Lebih Berani Jahat di Kolom Komentar?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 16:51 WIB

Bukan Anti-Sains, Ini Maksud Sebenarnya Kritik Prabowo Soal Pakar Menurut Pigai

Bukan Anti-Sains, Ini Maksud Sebenarnya Kritik Prabowo Soal Pakar Menurut Pigai

News | Selasa, 22 September 2026 | 16:51 WIB

IHSG Masih Lesu ke Level 6.200, BBCA Masih Merah

IHSG Masih Lesu ke Level 6.200, BBCA Masih Merah

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 16:50 WIB

Tak Cuma Bali dan Jakarta, Ini Cara Menemukan Sisi Lain Indonesia

Tak Cuma Bali dan Jakarta, Ini Cara Menemukan Sisi Lain Indonesia

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 16:47 WIB

Kepergok Curi Skincare dan Celemek, Pegawai PT KAI Diamuk Massa di Minimarket Cibubur!

Kepergok Curi Skincare dan Celemek, Pegawai PT KAI Diamuk Massa di Minimarket Cibubur!

News | Selasa, 22 September 2026 | 16:42 WIB

Cara Kerja Balon Angioplasti untuk Buka Sumbatan Pembuluh Darah Jantung

Cara Kerja Balon Angioplasti untuk Buka Sumbatan Pembuluh Darah Jantung

Health | Selasa, 22 September 2026 | 16:40 WIB

Sinopsis 3mm Love, Film Korea-Jepang Dibintangi Kim Ji An dan Kurokawa Soya

Sinopsis 3mm Love, Film Korea-Jepang Dibintangi Kim Ji An dan Kurokawa Soya

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 16:40 WIB

Mengapa Indonesia Alami Paceklik Beras Premium?

Mengapa Indonesia Alami Paceklik Beras Premium?

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 16:39 WIB

Jadi Tersangka dan Ditahan KPK, Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Minta Maaf: Doakan Saya

Jadi Tersangka dan Ditahan KPK, Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Minta Maaf: Doakan Saya

News | Selasa, 22 September 2026 | 16:38 WIB

Dana Kelolaan Tumbuh 46%, Bukti Layanan Wealth Management BRI Makin Dipercaya

Dana Kelolaan Tumbuh 46%, Bukti Layanan Wealth Management BRI Makin Dipercaya

Bri | Selasa, 22 September 2026 | 16:37 WIB

×