Peneliti: Punya Anak Kedua Bikin Kesehatan Mental Ibu Memburuk

Ade Indra Kusuma, Firsta Nodia

Selasa, 18 Desember 2018 | 08:51 WIB
Peneliti: Punya Anak Kedua Bikin Kesehatan Mental Ibu Memburuk
Ilustrasi ibu kelelahan dan stres [shutterstock]

Suara.com - Memiliki banyak anak mungkin tidak membuat Anda dan pasangan lebih bahagia. Hal ini diungkapkan sebuah penelitian terkini di Australia yang menemukan bahwa memiliki anak kedua dapat memperburuk kesehatan mental orangtua terutama ibu.

Untuk merujuk pada temuan ini, peneliti dari University of Melbourne menyisihkan data dari Rumah Tangga, Pendapatan dan Dinamika Tenaga Kerja di Australia selama 16 tahun. Mereka menemukan rata-rata orangtua mengalami peningkatan dalam kesehatan mental setelah melahirkan anak pertama mereka. Tetapi ketika hadir anak kedua, hal ini justru memberi tekanan pada kesehatan mental mereka.

Bianca Rodriguez, seorang terapis perkawinan dan keluarga, mengatakan bahwa temuan penelitian ini serupa dengan pengalaman profesionalnya. Menurut dia, memiliki satu anak memang kerap membuat pasangan menjadi terlengkapi namun ketika datang anak kedua rasanya seperti memiliki anak 10.

"Hal ini karena jumlah perhatian yang diperlukan untuk membesarkan dua anak berlipat ganda, sehingga membuat orangtua kerap stres," tambah dia.

Penelitian ini juga menemukan bahwa hadirnya anak kedua punya dampak yang lebih besar pada kesehatan mental ibu daripada ayah. Menurut peneliti beban kesehatan mental ibu lebih berat karena mengurusi langsung buah hatinya.

"Tapi, tidak seperti ibu, kesehatan mental ayah meningkat seiring waktu. Jelas, ayah tidak menghadapi tekanan waktu kronis yang sama seperti ibu dalam jangka panjang," kata peneliti.

Para peneliti mengatakan para ibu mengalami tingkat stres yang lebih tinggi karena dibebani dengan lebih banyak tanggung jawab merawat anak di rumah. Studi ini menyarankan para pasangan untuk mengikutsertakam anak mereka dalam bus sekolah, program makan siang sehingga mereka bisa menyimpan energinya ketika sang anak di rumah.

"Kami juga mengharapkan kebijakan kerja yang fleksibel bagi para lelaki sehingga mereka memiliki peran yang lebih besar di rumah," tandas dia.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jangan Ketinggalan Zaman, Ibu Juga Harus Cerdas di Era Digital

Jangan Ketinggalan Zaman, Ibu Juga Harus Cerdas di Era Digital

Health | Senin, 17 Desember 2018 | 16:10 WIB

Kebanyakan Main Game Bisa Kena Gaming Disorder, Apa itu?

Kebanyakan Main Game Bisa Kena Gaming Disorder, Apa itu?

Health | Sabtu, 15 Desember 2018 | 17:30 WIB

Kesehatan Mental Pekerja Juga Perlu Mendapat Perhatian

Kesehatan Mental Pekerja Juga Perlu Mendapat Perhatian

Health | Selasa, 11 Desember 2018 | 20:15 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB