Korban Tsunami Rawan Gigitan Ular, Ini Pesan Kemenkes

M. Reza Sulaiman
Korban Tsunami Rawan Gigitan Ular, Ini Pesan Kemenkes
Waspada gigitan ular saat bersihkan puing rumah korban tsunami. [Shutterstock]

Kemenkes berpesan agar warga lebih hati-hati saat membersihkan puing di reruntuhan rumah untuk menghindari gigitan ular.

Suara.com - Korban tsunami Selat Sunda di Pandeglang , Banten, rawan mengalami gigitan ular . Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) berpesan agar warga lebih hati-hati saat membersihkan puing di reruntuhan rumah.

“Kalau mulai bersih-bersih pada awalnya jangan menggunakan tangan langsung, gunakan kayu dahulu pastikan tidak ada ular, baru pakai tangan. Karena tsunami, sarang ular terusik dan menyebar, berpindah tempat ke tumpukan sampah atau puing,” ujar, Kepala Pusat Krisis Kesehatan dr. Achmad Yurianto, dalam siaran pers yang diterima Suara.com baru-baru ini.

dr. Yuri mengatakan jika tergigit ular, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan:

- Tetap tenang dan pastikan daerah yang tergigit.

- Memasang bidai dan mengurangi pergerakan.

- Bawa ke pelayanan kesehatan terdekat seperti Puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Di sisi lain, ada juga beberapa hal yang tidak boleh dilakukan setelah digigit ular, di antaranya:

- Membawa korban ke dukun.

- Menyedot atau mengisap luka bekas gigitan ular .

- Menoreh dan mengeluarkan darah di area gigitan ular.

- Dipijat, diikat, atau dioleskan dedaunan.

Sebelumnya diberitakan, 14 kasus gigitan ular yang tercatat hingga 31 Desember 2018 di Pandeglang, Banten. Kondisi korban rata-rata dalam keadaan baik. Observasi dan pemantauan ketat masih dilakukan, sembari memberikan pengobatan atas nyeri yang dirasakan.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS