Suka Menahan Bersin, Pria Ini Jadi Kesulitan Bicara

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Senin, 07 Januari 2019 | 19:15 WIB
Suka Menahan Bersin, Pria Ini Jadi Kesulitan Bicara
Menahan bersin bikin tenggorokan belakang pria ini patah. (Shutterstock/ilustrasi)

Suara.com - Menahan bersin bisa kamu lakukan saat berada di tengah keramaian. Padahal, menahan bersin bisa berakibat fatal, seperti yang dialami pria ini.

Dilansir Telegraph, seorang 34 tahun itu hampir tidak bisa menelan atau berbicara setelah mencubit hidungnya dan menutup mulut agar tidak bersin. Akibatnya, tenggorokan belakangnya patah ketika menahan ledakan udara yang bergetar.

Ketika memeriksa pria itu, para dokter juga mendengar suara letupan dan retakan yang aneh dari leher sampai tulang rusuknya. Dari hasil pemindaian, ternyata udara dari paru-parunya menggelembung masuk ke jaringan dalam dan otot-otot dada sehingga tidak bisa keluar.

Spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan di Rumah Sakit Universitas Leicester kemudian merilis rincian kasus pria itu dalam BMJ Case Reports. Mereka memperingatkan, menahan bersin yang kuat dapat menyebabkan banyak komplikasi seperti aneurisma otak yang mematikan.

"Menghentikan bersin melalui pemblokiran lubang hidung dan mulut itu berbahaya dan harus dihindari," kata penulis utama studi Dr Wanding Yang.

"Ini bisa menyebabkan banyak komplikasi, seperti pneudomediastinum (udara terperangkap di dada antara kedua paru-paru), perforasi membran timpani (gendang telinga berlubang), dan bahkan pecahnya aneurisma otak (membengkaknya pembuluh darah di otak" lanjutnya.

Dokter mengatakan, kondisi pria itu mirip dengan sindrom Boerhaave, yakni kerongkongan robek akibat muntah yang keras. Namun, dalam kasus pria ini, penumpukan tekanan dari bersin yang terperangkap menyebabkan bagian yang pecah lebih tinggi di bagian faring, yang berada tepat di belakang lidah.

Jangan menahan bersin jika tak ingin komplikasi. (Shutterstock)
Jangan menahan bersin jika tak ingin komplikasi. (Shutterstock)

Sebelumnya seseorang dirawat di rumah sakit karena gendang telinga dan pembuluh darah di mata pecah, saraf wajahnya rusak, otot tarikan dan bahkan tulang rusuk retak akibat berusaha menahan kekuatan besar. Dokter mengatakan, bersin, atau sternutasi, bertujuan untuk melepaskan partikel asing atau kuman yang berpotensi merusak dan menyebabkan iritasi.

Menghentikannya tidak hanya berisiko pecahnya tenggorokan, tetapi bisa mendorong pembentukan bakteri atau memicu serangan asma. Pasien itu pun dirawat di rumah sakit dan diberi makan lewat tabung serta antibiotik intravena sampai pembengkakan dan rasa sakitnya mereda.

Baca Juga: Kemenkes Beri Waktu 6 Bulan Bagi Rumah Sakit yang Belum Akreditasi

Setelah tujuh hari, pria yang tidak disebutkan identitasnya itu boleh pulang, asal tidak lagi memblokir kedua lubang hidung saat akan bersin.

Bagi orang-orang yang masih suka menahan bersin, para ahli menyarankan untuk menggosok hidung, bernapas dengan berat melalui hidung, atau menggosok daerah di atas bibir.

Himedik/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI