Sembelit 3 Bulan, Ternyata Usus Kena Penyakit Langka

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Senin, 21 Januari 2019 | 08:55 WIB
Sembelit 3 Bulan, Ternyata Usus Kena Penyakit Langka
Sembelit 3 bulan, ternyata kena penyakit langka. (Shutterstock)

Suara.com - Tak dijaga, kesehatan usus dan saluran cerna bisa rusak tiba-tiba. Lelaki ini contohnya, ia harus kehilangan usus usai sembelit parah hingga 3 bulan.

Seorang lelaki berusia 36 tahun asal Sri Lanka yang tak disebutkan namanya harus kehilangan usus karena penyakit langka.

Dikutip dari Himedik dari The Sun, lelaki tersebut datang ke RS di Sri Lanka dengan perut yang sangat besar. Para dokter mengatakan selama ini pasiennya itu menunda berobat karena kendala ekonomi.

"Pasien itu baru berobat setelah konstipasinya makin parah hingga terjadi distensi abdomen (perut menggembung karena zat yang menumpuk di dalamnya, -red)," ungkap mereka dalam laporan kasus ini.

"Tidak ada gejala lain dari obstruksi usus (penyumbatan dalam usus, -red), termasuk muntah atau sakit perut," tulis para dokter lagi.

Menurut keterangan para dokter, lelaki itu memiliki perut yang sangat buncit dan menunjukkan tanda-tanda peritonitis, atau radang selaput perut.

Setelah diperiksa lebih dalam, ternyata sembelit yang diderita lelaki itu merupakan gejala dari penyakit langka bernama multiple endocrine neoplasia (MEN), dengan tipe 2B.

Penyakit ini dipicu oleh kondisi genetik yang menyebabkan tumor non-kanker tumbuh di mulut, mata, dan kelenjar endokrin. Penderitanya pun berisiko tinggi terkena kanker adrenal.

Gejala MEN 2B antara lain tubuh tinggi dan kurus dengan anggota tubuh memanjang, massa otot sedikit, sembelit, pubertas tertunda, dan mata kering atau kurang air mata.

Ia lantas menjalani operasi untuk mengangkat seluruh usus besarnya. Ahli bedah kemudian membuat ileostomi, dengan mengeluarkan sebagian usus kecil pasien lewat lubang di perutnya.

Dirinya dikabarkan telah melalui proses pemulihan dengan baik pasca-operasi dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit tanpa masalah.

Himedik/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penyakit Langka, Otot Model Ini Mengeras dan Berubah Jadi Tulang

Penyakit Langka, Otot Model Ini Mengeras dan Berubah Jadi Tulang

Health | Kamis, 17 Januari 2019 | 21:00 WIB

Dikira Kesurupan, Wanita Ini Ternyata Idap Penyakit Langka

Dikira Kesurupan, Wanita Ini Ternyata Idap Penyakit Langka

Health | Rabu, 16 Januari 2019 | 07:55 WIB

Idap Kondisi Langka, Devin Sikat Gigi hingga Memanah dengan Kakinya

Idap Kondisi Langka, Devin Sikat Gigi hingga Memanah dengan Kakinya

Health | Sabtu, 12 Januari 2019 | 11:20 WIB

Ngeri, Usus Anda Harus Dioperasi Dulu Jika Mau Masuk ke Desa Ini

Ngeri, Usus Anda Harus Dioperasi Dulu Jika Mau Masuk ke Desa Ini

Lifestyle | Sabtu, 29 Desember 2018 | 14:05 WIB

Viral Minum Kecap Asin untuk Bersihkan Usus, Ini Bahayanya

Viral Minum Kecap Asin untuk Bersihkan Usus, Ini Bahayanya

Health | Kamis, 13 Desember 2018 | 09:35 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB