Pria Ini Suntikkan Air Mani ke Pembuluh Darah, Begini Akhir Nasibnya

Galih Priatmojo

Senin, 21 Januari 2019 | 11:38 WIB
Pria Ini Suntikkan Air Mani ke Pembuluh Darah, Begini Akhir Nasibnya
Ilustrasi lelaki sedang menyuntik. (Shutterstock)

Suara.com - Pria Ini Suntikkan Air Mani ke Pembuluh Darah, Begini Akhir Nasibnya.

Sebuah kasus unik terungkap dalam terbitan Irish Medical Journal. Dalam salah satu catatannya terungkap kasus seorang pria berusia 33 tahun yang berulang kali menyuntikkan air mani ke dalam tubuhnya untuk meredakan sakit punggung kronis. Akibat praktek ekstrem itu si pria kemudian harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

"Ini adalah kasus injeksi semen (air mani, -red) yang dilaporkan pertama kali untuk digunakan sebagai perawatan medis," tulis para dokter di Dublin dalam studi kasus itu, yang berjudul ''Semenly' Harmless Back Pain: An Unusual Presentation of a Subcutaneous Abscess'.

Mengutip Huffington Post, Jumat (18/1/2019), menurut laporan, obat buatan tangan pria itu ditemukan ketika ia datang ke kantor dokter dengan keluhan nyeri punggung yang parah. Saat memeriksa pasien, sang dokter memperhatikan bahwa lengan kanan pria itu tampak bengkak dan meradang.

"Pasien tersebut mengungkapkan bahwa dia telah menyuntikkan air maninya sendiri melalui pembuluh darah sebagai metode inovatif untuk mengobati sakit punggung," tulis para dokter dalam penelitian tersebut. "Dia telah merancang 'obat' ini tanpa mendapat saran medis apa pun."

Ilustrasi sakit punggung - (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi sakit punggung - (Pixabay/mohamed_hassan)

Pria itu mengatakan telah membeli jarum suntik secara online dan menyuntik dirinya sebulan sekali selama 18 bulan terakhir. Sebelum berobat ke dokter, dia mengungkapkan bahwa punggung bawahnya sakit saat ia mengangkat benda berat, kemudian ia memberi tiga dosis suntikan menurut resepnya sendiri.

Air mani tersebut dilaporkan memasuki pembuluh darah dan otot pria itu. Melalui X-ray kemudian terungkap bahwa terdapat udara yang terperangkap di bawah kulit pria itu, dan ia pun segera dirawat di rumah sakit.

Dokter merawat pria itu dengan terapi antimikroba intravena. Nyeri punggungnya lalu mereda, dan ia diperbolehkan pulang sebelum area yang terinfeksi mengering.

Para dokter yang mengerjakan laporan ini juga melakukan 'tinjauan komprehensif' dari literatur medis dan tidak menemukan kasus injeksi air mani ke pembuluh darah lainnya.

baca juga

Mereka pun memberi peringatan bahwa eksperimen medis merupakan tindakan yang berbahaya. Selain itu, menyuntik diri sendiri dengan zat yang tidak cocok untuk pembuluh darah akan menimbulkan risiko yang berat.

Penulis: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana 

Sumber: Himedik.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Salah Suntik Pasien Kanker, Dokter Ini Dipenjara 12 Tahun

Salah Suntik Pasien Kanker, Dokter Ini Dipenjara 12 Tahun

Health | Selasa, 19 Desember 2017 | 09:44 WIB

Lupakan Pil dan Suntik KB, Saatnya Pakai Implan KB

Lupakan Pil dan Suntik KB, Saatnya Pakai Implan KB

Health | Senin, 11 Desember 2017 | 20:15 WIB

Tips Ini Ampuh Kurangi Rasa Sakit Saat Disuntik

Tips Ini Ampuh Kurangi Rasa Sakit Saat Disuntik

Health | Rabu, 20 Mei 2015 | 06:47 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB