Sempat Punya Berat Badan 29 Kg, Pria Ini Sekarang Jadi Jawara Angkat Besi

M. Reza Sulaiman

Rabu, 30 Januari 2019 | 14:24 WIB
Sempat Punya Berat Badan 29 Kg, Pria Ini Sekarang Jadi Jawara Angkat Besi
Ilustrasi atlet angkat besi. (Dok. Suara.com)

Suara.com - Sempat Punya Berat Badan 29 Kg, Pria Ini Sekarang Jadi Jawara Angkat Besi

Manny Singh Tura mungkin tak pernah menyangka akan bisa menjadi jawara angkat besi. Sebabnya, ia pernah menderita penyakit Crohn dan sempat punya berat badan 29 kg. Kok bisa?

Pria berusia 27 tahun asal Leeds, Inggris ini menderita penyakit Crohn, yang membuat tubuh tak bisa menyerap nutrisi dengan sempurna. Berat badan Manny turun berangsur-angsur dari 48 kg hingga 29 kg dalam kondisi terburuknya.

Untuk mengatasi penyakit ini, usus Manny harus dibuang sepanjang 30 cm. Dengan tingginya yang hanya 160 cm, Manny terlihat sangat kurus hingga mirip kerangka. Ia pun memulai olahraga untuk membentuk kembali tubuhnya.

"Sebelum sakit saya 50 kg dan turun menjadi sekitar 29 kg. Sungguh sedih melihat tubuh saya karena belum pernah setipis ini. Saya memang selalu kecil tetapi ini benar-benar berbeda," tuturnya.

Pria yang dulu gemar minuman bersoda dan hot dog ini mengaku, ia naik satu kilogram per hari sebelum kembali ke rumah.

Pada Mei 2017, dia menjalani operasi untuk memperbaiki usus kecilnya dan memulai perjalanan untuk menjadi binaragawan.

Di Januari 2018, delapan bulan setelah operasi, ia memecahkan rekor deadlift Yorkshire dan Northeast untuk kelas berat badannya.

Beratnya 53,6 kg, ia mengangkat beban 180kg, hampir tiga kali berat tubuhnya sendiri.

"Saya mengagumi binaragawan jadi saya berjanji pada diri sendiri bahwa saya akan menambah berat badan dan menjadi kuat lagi," kata Tura.

"Saya melakukannya dalam waktu kurang dari setahun. Menang dan memecahkan rekor membuat saya merasa seperti memiliki kebebasan atas tubuh saya lagi," imbuhnya.

Dia bahkan datang di tempat keempat di Kejuaraan Powerlifting Pria Inggris pada bulan September.

"Saya beralih dari makan tiga kali sehari menjadi lima kali. Diet ketat baru saya membantu saya menambah berat badan dan saya bertambah 1kg sehari," ujarnya.

“Satu teman saya membuatkan saya makarel, sarden, dan udang setiap malam dan setiap pagi dia akan mengunjungi saya di rumah sakit untuk mengantar makanan.

“Saya punya piring panas untuk menghangatkan makanan dan saya akan menggunakannya ketika dokter dan perawat tidak ada. Saya juga memiliki sekaleng pengharum ruangan untuk menyembunyikan bau ikan.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Pentingnya Rutin Cek Berat dan Tinggi Badan Anak

Ini Pentingnya Rutin Cek Berat dan Tinggi Badan Anak

Health | Selasa, 29 Januari 2019 | 16:30 WIB

Ini Trik Bakar Energi Agar Berat Badan Turun dengan Cepat, Mau Coba?

Ini Trik Bakar Energi Agar Berat Badan Turun dengan Cepat, Mau Coba?

Health | Minggu, 27 Januari 2019 | 16:21 WIB

Berat Badan Sarah Turun 50 Kg Meski Makan 6 Kali, Kok Bisa?

Berat Badan Sarah Turun 50 Kg Meski Makan 6 Kali, Kok Bisa?

Health | Selasa, 22 Januari 2019 | 17:05 WIB

Diet CICO Lagi Hits, Kendalikan Jumlah Kalori Tubuh dengan Lakukan Ini

Diet CICO Lagi Hits, Kendalikan Jumlah Kalori Tubuh dengan Lakukan Ini

Lifestyle | Selasa, 22 Januari 2019 | 10:40 WIB

Sembelit 3 Bulan, Ternyata Usus Kena Penyakit Langka

Sembelit 3 Bulan, Ternyata Usus Kena Penyakit Langka

Health | Senin, 21 Januari 2019 | 08:55 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB