Skrining Dini Osteoporosis dengan USG, Apakah Akurat?

M. Reza Sulaiman
Skrining Dini Osteoporosis dengan USG, Apakah Akurat?
Cek osteoporosis bisa dilakukan dengan USG. (Sumber: Shutterstock)

Sebelum terlambat, dokter sering mengingatkan untuk melakukan skrining dini osteoporosis. Caranya?

Suara.com - Skrining Dini Osteoporosis dengan USG, Apakah Akurat?

Osteoporosis merupakan penyakit pengeroposan tulang yang bisa berujung pada kelumpuhan. Sebelum terlambat, dokter sering mengingatkan untuk melakukan skrining dini osteoporosis.

Dikutip Himedik dari Medical Daily, dalam waktu dekat akan ada cara mudah melakukan skrining dini bagi osteoporosis.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of American Osteopathic Association menunjukkan USG memberikan kualitas data yang sama dengan DXA.

DXA merupakan rontgen tulang yang digunakan untuk mengukur kehilangan mineral tulang. Tindakan ini bisa mendeteksi osteoporosis secara akurat.

Pemindaian DXA saat ini dianggap sebagai pilihan terbaik untuk menilai kesehatan tulang pasien. Namun, peralatan yang mahal itu membuat tim peneliti mencari alternatif lain.

Peneliti mengatakan, temuan terbaru dapat membantu menyediakan skrining dengan biaya yang lebih rendah untuk osteoporosis. Tentu ini bisa membuat lebih banyak orang mengetahui potensi penyakit tulang mereka.

"Karena biayanya rendah, mobilitas dan keamanannya, USG adalah alat yang menjanjikan untuk mendiagnosis lebih banyak orang, di berbagai demografi," kata rekan penulis studi Andrea Nazar, seorang dokter dan profesor ilmu klinis di West Virginia School of Osteopathic Medicine.

"Menggunakan ultrasound bisa memberi kita gambaran yang cukup jelas untuk mengetahui apakah kita harus peduli pada pasien," tambah Carolyn Komar, rekan penulis studi dan profesor sains ilmu biomedis di West Virginia School of Osteopathic Medicine.

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan tulang. (Sumber: Shutterstock)
Cek osteoporosis bisa dilakukan dengan USG. (Sumber: Shutterstock)

Nazar mencatat bahwa orang harus tetap memprioritaskan gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko osteoporosis, terutama untuk orang dewasa muda.

Dia mengatakan, nutrisi dan olahraga dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang.

"Kebanyakan orang berpikir tulang kita adalah struktur statis setelah kita mencapai usia dewasa," kata Nazar.

“Sebaliknya, mereka dinamis dan dibentuk oleh cara kita hidup. Ada pilihan farmakologis untuk mengobati osteoporosis dan meningkatkan kesehatan tulang, tetapi pendekatan terbaik adalah perubahan gaya hidup,” tambah peneliti.

Kombinasi dari pola makan yang sehat dan seimbang serta latihan menahan beban tidak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan otot yang sehat tetapi juga membantu memperkuat tulang. (Himedik/Yuliana Sere)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS