Tes Pap Smear Positif, Sudah Pasti Kena Kanker Serviks?

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Jum'at, 15 Maret 2019 | 07:10 WIB
Tes Pap Smear Positif, Sudah Pasti Kena Kanker Serviks?
Kanker serviks bisa dicegah dengan melakukan skrining dini seperti pap smear. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Tes Pap Smear Positif, Sudah Pasti Kena Kanker Serviks?

Pap smear merupakan bentuk skrining dini untuk mengetahui adanya kanker serviks pada perempuan. Lalu jika hasil tes pap smear positif, apakah pasti mengidap kanker serviks?

dr. Venita Eng, MSc, perwakilan Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Jakarta mengatakan, sesuai fungsinya, pap smear adalah skrining dini.

Dijelaskan dr Venita, pap smear dilakukan untuk melihat apakah ada sel abnormal dan bukan untuk penegakan diagnosis penyakit. Jika ditemukan, belum tentu hal tersebut menandakan adanya kanker serviks.

"Ketika pap smear hasilnya positif, maka dia pasti kena kanker, bukan begitu," ungkap dr. Venita ditemui di Plaza Indonesia, baru-baru ini.

"Pap smear positif artinya selnya tidak normal. Untuk memastikan dia kanker atau tidak, akan kita rujuk untuk dibiopsi," urainya.

Biopsi dilakukan di dokter spesialis kebidanan. Sel dari daerah yang dicurigai terkena kanker diambil untuk dites di laboratorium.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Kanker serviks bisa dicegah dengan melakukan skrining dini seperti pap smear. (Sumber: Shutterstock)

Dikatakan dr Venita, pap smear dianjurkan dilakukan sejak perempuan sudah mulai aktif secara seksual dan sudah menikah. Idealnya, pap smear dilakukan satu tahun sekali, dan sekurang-kurangnya tiga tahun sekali.

Ia mengakui bahwa masih ada anggapan keliru soal pap smear. Hal ini menurutnya terjadi akibat kurangnya informasi yang memadai soal pap smear dan kanker serviks.

"Padahal pap smear nggak sakit kok. Setelah pap smear juga nggak ada pantangan, nggak boleh ini, nggak boleh itu. Makanya untuk perempuan, yuk pap smear," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hindari Penyakit, Cinta Laura Jaga Pergaulan

Hindari Penyakit, Cinta Laura Jaga Pergaulan

Entertainment | Rabu, 13 Maret 2019 | 19:51 WIB

Disuntik untuk Vaksinasi HPV: Cinta Laura Santai, Yuki Kato Deg-degan

Disuntik untuk Vaksinasi HPV: Cinta Laura Santai, Yuki Kato Deg-degan

Health | Rabu, 13 Maret 2019 | 20:05 WIB

Waduh, 1 dari 5 Perempuan Percaya Pap Smear Bisa Deteksi Kanker Ovarium

Waduh, 1 dari 5 Perempuan Percaya Pap Smear Bisa Deteksi Kanker Ovarium

Health | Rabu, 27 Februari 2019 | 14:30 WIB

Meninggal karena Kanker, Wanita Ini Sempat Ungkap Pesan Terakhir Kritik RS

Meninggal karena Kanker, Wanita Ini Sempat Ungkap Pesan Terakhir Kritik RS

Health | Selasa, 26 Februari 2019 | 18:47 WIB

Cegah Kematian karena Kanker Serviks, Yuk Vaksinasi HPV Sejak Dini

Cegah Kematian karena Kanker Serviks, Yuk Vaksinasi HPV Sejak Dini

Health | Kamis, 14 Februari 2019 | 13:05 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB