Survei Sebut Masyarakat Dunia Semakin Kurang Tidur

Ade Indra Kusuma, Risna Halidi

Sabtu, 16 Maret 2019 | 16:10 WIB
Survei Sebut Masyarakat Dunia Semakin Kurang Tidur
Ilustrasi mengantuk (shutterstock)

Suara.com - Survei Sebut Masyarakat Dunia Semakin Kurang Tidur.

Kualitas tidur yang buruk telah lama menjadi masalah bagi banyak orang di seluruh dunia. 

Menurut laporan dari survei tidur global tahunan yang diterbitkan The Global Pursuit of Better Sleep Health dari Royal Philips, banyak orang hanya tidur selama 6,3 jam pada hari kerja dan 6,6 pada akhir pekan, jauh lebih rendah dari waktu yang direkomendasikan yaitu 8 jam sehari. 

Survei tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Tidur Sedunia yamg jatuh setiap 15 Maret.

Survei sendiri melibatkan lebih dari 11.000 orang dewasa di Australia, Brasil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, India, Jepang, Belanda, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat untuk mengungkap sikap, persepsi, dan perilaku yang berkaitan dengan tidur.

Hasil survei mengungkapkan masyarakat dunia semakin kurang tidur.  Di saat yang sama, kesadaran akan dampak tidur pada kesehatan meningkat, tetapi kesehatan tidur yang baik justru makin sulit didapatkan. 

Selain kurang tidur, 62 persen orang dewasa dalam survei global menggambarkan tidur mereka sebagai 'agak' atau 'tidak sama sekali' baik, dan hampir setengahnya (44 persen) mengatakan bahwa tidur mereka telah memburuk dalam lima tahun terakhir. 

Dampaknya kemudian terlihat pada kehidupan sehari-hari, ketika 60 persen mengalami kantuk di siang hari secara berulang di sepanjang minggu.

Di negara-negara Asia-Pasifik yang disurvei, stres adalah alasan utama individu terjaga di malam hari dengan 50 persen kehilangan tidur karena khawatir atau tekanan. 

baca juga

Selain itu, faktor lain yang membuat orang dewasa di kawasan Asia-Pasifik terjaga di malam hari antar lain: lingkungan tidur mereka (32 persen), gangguan dalam bentuk hiburan seperti televisi, media sosial (27 persen), kondisi kesehatan seperti masalah nyeri atau pernapasan (23 persen), minum minuman berkafein atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu menjelang tidur (18 persen), dan pasangan mendengkur (17 persen).

Meskipun terdapat kebutuhan untuk mengatasi kekurangan tidur, masalah tidur sering tidak menjadi prioritas. 

Untuk memperoleh tidur yang lebih baik, 31 persen responden di Asia-Pasifik bersedia untuk mempelajari lebih lanjut tentang tidur dan/atau perawatan untuk meningkatkan kualitas tidur mereka secara online, dan 34 persen bersedia menemui spesialis tidur. 

Namun sebanyak 75 persen orang dewasa belum mencari bantuan dari profesional medis untuk mengatasi permasalahan tidur mereka, terutama karena biaya konsultasi (25 persen) dan perawatan (30 persen) yang akan ditanggung.

Padahal kurang tidur sudah lama dikaitkan dengan masalah kesehatan fisik dan mental seperti obesitas, penyakit kardiovaskular, stroke sampai menurunnya daya ingat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Makanan Bisa Pengaruhi Kualitas Tidur?

Benarkah Makanan Bisa Pengaruhi Kualitas Tidur?

Health | Senin, 11 Maret 2019 | 16:40 WIB

5 Cara Menciptakan Kamar Tidur yang Nyaman.

5 Cara Menciptakan Kamar Tidur yang Nyaman.

Health | Selasa, 26 Februari 2019 | 01:05 WIB

Waspada, Main Gadget di Malam Hari Perburuk Kualitas Tidur dan Hidup Anak

Waspada, Main Gadget di Malam Hari Perburuk Kualitas Tidur dan Hidup Anak

Health | Kamis, 07 Februari 2019 | 12:10 WIB

Terkini

Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?

Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa

Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les

Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi

Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi

Jatim | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:24 WIB

Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro

Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari

Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:59 WIB

Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen

Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:54 WIB

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT

Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:42 WIB

×