Donorkan Ginjal untuk sang Suami, Gabriela: Anak-anak Membutuhkanmu

Vika Widiastuti | Yuliana Sere
Donorkan Ginjal untuk sang Suami, Gabriela: Anak-anak Membutuhkanmu
Ilustrasi transplantasi ginjal. (Shutterstock)

Gabriela benar-benar rela memberikan salah satu ginjal miliknya.

Suara.com - Seorang istri tak pikir dua kali saat hendak menyumbangkan ginjalnya untuk sang suami demi menyelematkannya. 

HiMedik melansir inside Edition, wanita asal Florida ini tidak hanya memberikan semua perasaannya, tapi juga memberikan ginjal untuk ikut melawan penyakit kronis yang hampir merenggut nyawa sang suami. Dia melakukan donor ginjal untuk suaminya sendiri.

''Kami membutuhkan kesempatan lain, kamu juga, dan anak-anak membutuhkanmu. Saya juga membutuhkanmu,'' ungkap Gabriela Valdes kepada suaminya beberapa saat sebelum menjalani operasi sebagai donor hidup.

Abel Valdes (38) telah berurusan dengan banyak masalah kesehatan sejak berusia 12 tahun. Dia juga bertahun-tahun berjuang melawan diabetes dan tekanan darah tinggi yang berdampak pada ginjalnya.

''Itu sampai pada titik di mana saya tidak bisa mengendalikannya lagi,'' katanya kepada Inside Edition. ''Aku akan bangun di tengah malam dan paru-paruku akan penuh cairan.''

Dua tahun lalu, ia mulai menerima perawatan dialisis empat hari seminggu.

Ilustrasi rumah sakit. (Unsplash/Daan Stevens)
Ilustrasi rumah sakit. (Unsplash/Daan Stevens)

''Dia tidak dapat menghabiskan banyak waktu dan melakukan banyak hal dengan anak-anak. Dia sangat lelah sehingga dia bahkan tidak bisa berbuat banyak,'' kata Gabriela.

Setelah operasi jantung terbuka tahun lalu, seorang dokter duduk bersama pasangan itu dan memberi tahu mereka bahwa Abel membutuhkan ginjal segera.

Dia dimasukkan ke dalam daftar transplantasi nasional pada waktu yang hampir bersamaan ketika dia memulai perawatan dialisis.

Namun mereka diperingatkan bahwa penantian mereka akan sebuah ginjal dari pendonor mati dapat memakan waktu hingga lima tahun.

''Kondisi dia akhirnya menjadi lebih buruk dengan komplikasi jantung,'' kata Gabriela.

Dokter di Rumah Sakit Jackson Memorial kemudian bertanya jika Gabriela ingin diuji untuk melihat apakah dia cocok sebagai donor hidup.

Ilustrasi rumah sakit. (Unsplash/Marcelo Leal)
Ilustrasi rumah sakit. (Unsplash/Marcelo Leal)

''Saya bertemu dengannya ketika saya berusia 17 tahun,'' kata Gabriela. ''Saya pergi ke prom dengannya. Saya sudah bersamanya sejak itu. Saya punya tiga anak cantik yang mencintai ayah mereka.''

Setelah beberapa tes, tim medis mengatakan, dia cocok dan Gabriela siap untuk dioperasi donor ginjal.

''Mereka mengambil ginjal saya terlebih dahulu,'' kenangnya. ''Kami berpegangan tangan dan berciuman sebelum kami pergi ke ruang operasi.''

Gabriela benar-benar rela memberikan salah satu ginjal miliknya. Operasi itu pun berhasil meskipun Gabriela butuh waktu lebih lama untuk pulih daripada Abel.

''Sejak dia bangun dari operasi, dia seperti orang yang berbeda. Kamu bisa melihatnya di wajahnya, warnanya berubah,'' kata Gabriela.

''Beberapa hari saya merasa kesakitan tapi bisa mengatasinya. Saya juga sudah bisa menjalani kehidupan normal dan dia bisa memiliki kehidupan dengan anak-anak saya.''

Pasangan itu mengatakan mereka sekarang meluangkan waktu untuk bepergian dengan ketiga anak mereka, sesuatu yang tidak dapat mereka lakukan di masa lalu karena jadwal dialisis Abel.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS