Catat, 6 Dampak Buruk Stres Bagi Kesehatan Kulit Anda

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 02 April 2019 | 18:05 WIB
Catat, 6 Dampak Buruk Stres Bagi Kesehatan Kulit Anda
Dampak buruk stres bagi kesehatan kulit bukan omong kosong. (shutterstock)

Suara.com - Catat, 6 Dampak Buruk Stres Bagi Kesehatan Kulit Anda

Kita semua menghadapi tekanan yang menyebabkan stres karena alasan yang berbeda. Mulai karena pekerjaan kita, kota tempat kita tinggal atau rutinitas yang cukup sibuk sehari-hari.

Dr. Joshua Zeichner, direktur Penelitian Kosmetik dan Klinis di bidang dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City, mengatakan pada Huffington Post, bahwa stres bukanlah teman kita, baik untuk pikiran maupun kulit.

Kulit adalah organ terbesar dalam tubuh kita, dan jika Anda merasa stres, kata dia, ini akan terlihat pada kulit Anda dalam beberapa cara yang berbeda, seperti psoriasis, eksim yang meradang, dermatitis seboroik dan bahkan jerawat.

Tentu saja, tubuh dan kulit akan bereaksi terhadap stres dengan cara yang berbeda, karena kita semua memiliki susunan genetik yang berbeda. Namun, menurut Dr. Whitney Bowe, dokter kulit yang berbasis di New York City dan penulis The Beauty of Dirty Skin, kulit kita tidak dapat membedakan antara berbagai jenis stres, seperti fisik, emosional, psikologis, dan lingkungan.

"Pada kulit, stres masuk ke dalam salah satu dari dua kategori, yakni akut atau kronis. Bentuk stres yang lebih merusak kulit adalah jenis stres kronis. Semakin lama Anda mengalami stres, semakin banyak efeknya pada kulit Anda," ujar dia.

Nah, berikut adalah bagaimana cara stres dapat mempengaruhi kesehatan kulit Anda, seperti yang dilansir Huffington Post:

1. Stres memicu peradangan

Untuk lebih memahami bagaimana stres dapat mempengaruhi kulit, Bowe mengatakan bahwa dia melihat koneksi yang dalam dan kuat pada kulit, pikiran dan usus.

Tubuh gatal dan dipenuhi ruam merupakan gejala urtikaria idiopatik kronis. (Shutterstock)
Stres bisa menyebabkan peradangan di kulit. (Shutterstock)

Menurutnya ketika pikiran merasakan stres, ini dapat memperlambat pencernaan di usus. Semakin lama stres berlangsung, semakin besar dampaknya pada pencernaan Anda, dan ketika pencernaan Anda melambat, itu dapat memengaruhi bakteri di usus Anda.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa tingkat stres yang tinggi dapat memengaruhi bakteri usus seperti diet tinggi lemak.

"Motilitas yang melambat memungkinkan pertumbuhan berlebih dari strain bakteri yang tidak sehat, dan keseimbangan alami mikroba usus terganggu, yang mengarah ke sesuatu yang disebut dysbiosis. Hal ini pada gilirannya menyebabkan lapisan usus Anda menjadi 'bocor,' atau lebih permeabel, yang memicu kaskade peradangan di seluruh tubuh," jelas dia.

Sebagai akibat dari peradangan internal, katanya, kulit mungkin akan berjerawat atau mengalami peningkatan psoriasis atau eksim.

Stres bisa menyebabkan kulit kering. [Shutterstock]
Stres bisa menyebabkan kulit kering. [Shutterstock]

2. Stres bisa membuat kulit kering

Setiap kali tubuh kita merasa berada di bawah tekanan, respons melawan akan bereaksi kata Dr. Forum Patel dari Union Square Laser Dermatology di New York City. Akibatnya, kita mengalami lonjakan adrenalin dan kortisol.

"Peningkatan adrenalin menyebabkan kita lebih banyak berkeringat. Ini mengaktifkan kelenjar ekrin, kelenjar keringat, yang menyebabkan Anda menjadi dehidrasi, karena Anda kehilangan lebih banyak air dengan sangat cepat," katanya.

Jika tubuh Anda berpikir berada di bawah semacam tekanan, ia berusaha untuk mendinginkan dirinya sendiri. Makan, jika Anda tidak mengisi kembali tubuh Anda dengan air, kulit Anda akan mengalami kekeringan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh, Mahasiswa Kecanduan Tanning Hingga Kulitnya Jadi Hitam

Duh, Mahasiswa Kecanduan Tanning Hingga Kulitnya Jadi Hitam

Health | Jum'at, 29 Maret 2019 | 07:55 WIB

Ini Tips Mendorong Produksi Kolagen yang Bikin Kulit Kenyal

Ini Tips Mendorong Produksi Kolagen yang Bikin Kulit Kenyal

Lifestyle | Rabu, 27 Maret 2019 | 16:45 WIB

Pakar Sebut Terlalu Serius Kerja Bisa Bikin Gemuk, Ini Alasannya

Pakar Sebut Terlalu Serius Kerja Bisa Bikin Gemuk, Ini Alasannya

Health | Rabu, 27 Maret 2019 | 06:55 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB