Aktivis Perempuan Ini Terkena Kanker Ginjal Langka, Waspadai Gejalanya

Vania Rossa

Rabu, 03 April 2019 | 15:32 WIB
Aktivis Perempuan Ini Terkena Kanker Ginjal Langka, Waspadai Gejalanya
Ilustrasi gejala kanker ginjal. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Sakit perut yang tak kunjung sembuh sebaiknya tidak disepelekan. Dhyta Caturani, aktivis perempuan yang juga adalah pendiri PurpleCode Collective —organisasi yang berfokus pada isu gender dan teknologi - menemukan kanker ginjal bersarang di dalam tubuhnya setelah mengalami sakit perut yang tak kunjung sembuh.

Diagnosis awal yang diberikan dokter adalah gastritis akut. Namun hasil beberapa tes, termasuk USG, menemukan ada benjolan di ginjal sebelah kanan. Tanpa menunggu lama, dokter merujuk ke ahli urologi.

Melalui cerita yang dibagikan Dhyta Caturani melalui akun media sosialnya, dari hasil tes ditemukan beberapa malignant (tumor kanker).

Tidak menunda lama, operasi pengangkatan ginjal kanan pun dilakukan pada 19 Maret silam. Dan dokter menemukan 2 tumor besar dan 4 tumor kecil di ginjal, serta 2 tumor kecil di luar ginjal.

Hasil patologi kemudian mengonfirmasi bahwa kanker ginjal yang dialami Dhyta Caturani adalah Chromophobe Renal Cell Carcinoma, sub tipe langka dari kanker ginjal. Kasusnya pun termasuk unik, karena ada beberapa tumor ditemukan. Sementara, biasanya di dalam kanker ginjal hanya ditemukan 1 tumor.

Kasus kanker ginjal memang jarang terdengar, tapi dikutip dari laman cancer.org, kanker ginjal masuk dalam 10 jenis kanker yang paling umum dialami oleh lelaki maupun perempuan. Pada stadium awal, kanker ginjal tak bergejala. Dan seringkali, kanker ginjal ditemukan ketika seseorang melakukan USG karena alasan lain, seperti Dhyta Caturani ketika didiagnosis gastritis akut.

Gejala kanker ginjal
Sakit perut seperti yang dialami Dhyta Caturani memang bisa jadi salah satu gejala kanker ginjal. Namun, gejala ini biasanya terasa jika massa tumor sudah membesar dan menekan jaringan lain di sekitar ginjal.

Namun sebenarnya, salah satu gejala yang paling perlu Anda waspadai, seperti dikutip dari laman Cancer Theraphy Advisor, adalah perubahan warna urin menjadi kemerahan atau kecokelatan. Hal ini disebabkan tercampurnya urin dengan darah, atau disebut juga hematuria.

Chromophobe Renal Cell Carcinoma
Mengenai Chromophobe Renal Cell Carcinoma atau kanker ginjal langka yang diderita Dhyta Caturani, jenis kanker ini terbentuk di sel-sel yang melapisi tubulus kecil di ginjal. Tubulus kecil inilah yang berfungsi membantu menyaring limbah dari darah, dan memproduksi urin.

Jumlah kasus kanker ginjal langka ini hanya 5 persen dari seluruh kejadian kanker ginjal yang terjadi di seluruh dunia. Dan sampai saat ini, satu-satunya pilihan pengobatan untuk pasien dengan kanker ginjal chromophobe adalah operasi pengangkatan ginjal.

Karena sifat langkanya, para ahli kesehatan masih perlu melakukan banyak penelitian dan mengumpulkan sampel untuk memelajari karakteristik si kanker ginjal langka ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bertahan Hidup dengan 1 Ginjal karena Kanker, Ini yang Dilakukan Rifaldi

Bertahan Hidup dengan 1 Ginjal karena Kanker, Ini yang Dilakukan Rifaldi

Health | Senin, 04 Februari 2019 | 16:30 WIB

Studi: 4 Tomat Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker Ginjal

Studi: 4 Tomat Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker Ginjal

Health | Minggu, 08 Juni 2014 | 16:31 WIB

Hati-hati, Urine Berdarah Bisa Jadi Tanda Kanker

Hati-hati, Urine Berdarah Bisa Jadi Tanda Kanker

Health | Rabu, 12 Maret 2014 | 15:26 WIB

Terkini

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB