Stres Bisa Reda Hanya dengan Duduk di Alam Terbuka, Gampang Banget!

M. Reza Sulaiman, Yuliana Sere

Senin, 08 April 2019 | 17:22 WIB
Stres Bisa Reda Hanya dengan Duduk di Alam Terbuka, Gampang Banget!
Duduk dan bersantai di taman bisa redakan stres. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Stres Bisa Reda Hanya dengan Duduk di Alam Terbuka, Gampang Banget!

Sedang pusing, bingung, dan gelisah karena stres? Pergi ke taman dan duduklah selama 20 menit.

Ya, ilmuwan mengatakan hanya dengan duduk minimal 20 menit di alam terbuka, kandungan hormon stres yang ada di tubuh Anda bisa turun.

Dikutip dari Himedik dari Newsweek, penelitian yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Psychology mengatakan bersentuhan dengan alam adalah cara gampang menurunkan stres.

Para peneliti merekrut 36 orang yang tinggal di kota dan meminta mereka untuk menghabiskan waktu di ruang terbuka tiga kali seminggu selama setidaknya 10 menit.

Mereka melakukan ini selama delapan minggu. Para peserta bebas memilih kapan dan di mana ini dilakukan. Empat kali selama penelitian, subjek memberi sampel air liur mereka sebelum dan sesudah pengalaman mereka.

Peserta diminta untuk tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat membuat mereka stres, termasuk pergi keluar di malam hari, berolahraga, menggunakan telepon, bercakap-cakap, atau membaca.

Hasilnya, tingkat kortisol dalam air liur peserta turun rata-rata 21,3 persen per jam setelah mereka menjalani kegiatan tersebut.

Ilustrasi taman. (Sumber: Shutterstock)
Duduk dan bersantai di taman bisa redakan stres. (Sumber: Shutterstock)

Penurunan 28 persen per jam dalam enzim alfa-amilase juga dicatat pada mereka yang paling tidak aktif dan duduk, atau duduk dan berjalan sedikit.

baca juga

Manfaat berinteraksi dengan alam ini sudah dipromosikan oleh organisasi seperti program Mood Walks di Kanada dan program Alam Suci di AS.

Sementara itu, American Heart Association merekomendasikan bepergian ke luar rumah untuk menghilangkan stres dan kecemasan.

Para peneliti berharap penelitian mereka akan membantu kesehatan untuk meresepkan 'pil alami' secara akurat sebagai tindakan pencegahan dan pengobatan untuk gangguan mental.

MaryCarol Hunter, penulis utama studi dan profesor di Universitas Michigan, mengatakan, "Kita tahu bahwa menghabiskan waktu di alam mengurangi stres, tetapi sampai sekarang tidak jelas berapa banyak yang cukup, seberapa sering melakukannya, atau bahkan pengalaman alam macam apa yang akan menguntungkan kita."

"Studi kami menunjukkan bahwa untuk hasil terbesar, dalam hal menurunkan kadar hormon stres kortisol secara efisien, kamu harus menghabiskan 20 hingga 30 menit duduk atau berjalan di tempat yang memberi kamu perasaan alami," pungkasnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Khawatir, Ini 4 Langkah Mudah Mengubah Kecemasan Jadi Energi Positif

Jangan Khawatir, Ini 4 Langkah Mudah Mengubah Kecemasan Jadi Energi Positif

Health | Senin, 08 April 2019 | 07:35 WIB

Catat, 6 Dampak Buruk Stres Bagi Kesehatan Kulit Anda

Catat, 6 Dampak Buruk Stres Bagi Kesehatan Kulit Anda

Health | Selasa, 02 April 2019 | 18:05 WIB

Moms Harus Tahu, Bertengkar dengan Pasangan Saat Hamil Bisa Pengaruhi Bayi

Moms Harus Tahu, Bertengkar dengan Pasangan Saat Hamil Bisa Pengaruhi Bayi

Health | Jum'at, 29 Maret 2019 | 15:30 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB