Ketika Anak Suka Memukul, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 12 April 2019 | 11:14 WIB
Ketika Anak Suka Memukul, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua
Ilustrasi anak bertengkar hingga memukul. (Shutterstock)

Suara.com - Ketika Anak Suka Memukul, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua

Anak suka memukul orang tua dan orang lain bisa menyebabkan perilakunya buruk hingga dewasa.

Orang tua adalah pemegang kendali utama dalam membentuk karakter dan perilaku anak sejak lahir. Oleh karena itu, sudah semestinya orang tua jangan tinggal diam ketika mengetahui anak berperilaku buruk dan suka memukul sejak masih kecil.

Sebab, sikap orang tua ketika mengetahui anaknya suka memukul saat masih kecil memberikan pengaruh besar pada perilakunya ketika dewasa. Ia bisa saja menjadi anak yang mudah main tangan, menyepelekan orang tua, tidak bersikap dewasa atau sulit mengontrol emosinya.

Perlu diketahui diam bukan sikap yang baik ketika anak memukul orang tua mereka sewaktu kecil. Mungkin ayah dan ibu berpikir bahwa dia masih terlalu kecil belum paham betul cara bersikap yang baik. Tapi, justru saat itulah orang tua memberikan contoh dan didikan yang tepat soal perilaku.

Dikutip Himedik dari Parents.com, ada beberapa sikap yang seharusnya dilakukan orang tua ketika dipukul oleh Si Kecil dan cara memberinya batasan. Apa saja?

1. Bersikap tenang

Memberi teguran bukan berarti harus membentaknya secara emosional. Orang tua tetap harus tenang ketika dipukul oleh Si Kecil dan mengajaknya berbicara dengan santai.

Ilustrasi orangtua dan anak sedang adu argumen. [Shutterstock]
Ilustrasi orangtua dan anak sedang adu argumen. [Shutterstock]

Orang tua bisa mengajak bicara anaknya sambil makan, menonton TV atau tiduran di kamar. Jangan sampai terburu-buru menghukumnya dan mengeluarkan kalimat yang seolah menyiratkan ayah atau ibu tak sayang lagi dengan Si Kecil.

2. Dengarkan alasannya memukul

Orang tua harus bisa mencari tahu alasan Si Kecil memukul sebelum menghukumnya, salah satunya dengan mengajaknya berbicara santai dan tenang.

Si Kecil mungkin merasa lebih nyaman dan tenang ketika isi hatinya didengarkan oleh orang tua. Mereka akan lebih terbuka dengan segala permasalahannya dan alasannya setiap kali marah.

SELANJUTNYA

3. Terapkan aturan

Peraturan dalam rumah tangga itu cukup berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Oleh karena itu, orang tua sudah semestinya memiliki aturan yang wajib ditaati oleh anak-anak.

Ayah dan ibu harus memberi tahu Si Kecil tentang beberapa hal buruk yang tidak boleh dilakukan dan sesuatu yang sangat baik dilakukan sejak ia masih balita, seperti memberi tahunya bahwa memukul orang itu perbuatan sangat buruk dan konsekuensinya berat.

4. Memberi pilihan

Apabila Si Kecil terlanjur membuat kesalahan, orang tua masih bisa mengontrol emosinya dengan cara memberi pilihan hukuman. Anak tetap harus mendapat hukuman untuk menegaskan bahwa perbuatannya sangat tidak baik.

Caranya dengan memberinya pilihan hukuman, seperti memberi pilihan ingin dihukum membersihkan kamar atau mengirimnya ke sekolah khusus.

SELANJUTNYA

5. Beri tahu cara melepas emosi

Selain menghukum, orang tua juga perlu mengarahkannya dalam melepas emosi yang terpendam. Ayah dan ibu bisa memberi tahunya untuk memukul bantal, guling atau media lain ketika ingin melepaskan emosi daripada bermain tangan.

Orang tua juga bisa memancingnya pola pikirnya jika Si Kecil mendapat pukulan dari orang lain. Dengan begitu, ia akan berpikir dua kali sebelum melampiaskan emosinya.

6. Akui kesalahan orang tua

Orang tua sebagai manusia biasa pun bukan berarti selalu lebih benar dan lebih baik dari anaknya. Ayah dan ibu pasti juga memiliki kesalahan yang merugikan anak-anaknya.

Ilustrasi orangtua marahi anak [Shutterstock]
Ilustrasi orangtua marahi anak [Shutterstock]

Karena itu, pastikan ayah dan ibu selalu meminta maaf setiap kali berbuat salah yang melibatkan anak-anak. Hal itu supaya anak-anak pun akan melalukan hal sama ketika berbuat salah.

7. Siapkan hadiah

Biasanya Si Kecil rela melakukan apapun jika mendapat sesuatu dari pilihannya. Karena itu, tak ada salahnya orang tua memberikannya hadiah ketika bisa mematuhi peraturan dan mengontrol emosinya.

Hadiah itu sebagai motivasi atau dorongan agar Si Kecil selalu ketagihan berperilaku baik. (Himedik/Shevinna Putti Anggraeni)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perpustakaan Ditutup, Anak Lakukan Vandalisme Saat Orang Tua Sibuk Main HP

Perpustakaan Ditutup, Anak Lakukan Vandalisme Saat Orang Tua Sibuk Main HP

Health | Rabu, 10 April 2019 | 15:00 WIB

Anak Kurang Percaya Diri? Simak Mungkin Ini Penyebabnya

Anak Kurang Percaya Diri? Simak Mungkin Ini Penyebabnya

Health | Sabtu, 30 Maret 2019 | 20:14 WIB

Jelang Ujian Nasional, Ini Saran Psikolog untuk Orang Tua

Jelang Ujian Nasional, Ini Saran Psikolog untuk Orang Tua

Health | Selasa, 26 Maret 2019 | 13:00 WIB

Terkini

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB