Hati-hati! Ikuti Quick Count Bisa Picu Serangan Jantung

Silfa Humairah Utami

Rabu, 17 April 2019 | 13:10 WIB
Hati-hati! Ikuti Quick Count Bisa Picu Serangan Jantung
Ilustrasi: Serangan jantung karena baca medsos soal pemilu. (Shutterstock)

Suara.com - Hati-hati! Ikuti Quick Count Bisa Picu Serangan Jantung.

Usai pencobloson, berita pemilu presiden dan anggota legislatif akan semakin panas dan menegangkan, khususnya di tengah quick count pemilu presiden 2019. 

Ya. Terlepas dari segala perbedaan yang dimiliki, pendukung semua paslon sebenarnya punya satu kesamaan: peningkatan risiko serangan jantung. Waduh, kok bisa?

Status bermuatan politik di media sosial bisa jadi pemicu stres serius
Sebuah studi terbitan jurnal Physiology and Behavior menemukan bahwa individu pemegang hak suara mengalami peningkatan hormon stres kortisol selama musim pemilihan.

Update berita politik tak berkesudahan dari hampir seluruh media massa dan media sosial, rincian yang kadang membingungkan, hoax yang menjamur, dan perselisihan antar calon yang berkelanjutan, akan sangat mempengaruhi peningkatan stres.

Dr. Rober Glatter, dokter jaga di IGD Lenox Hill Hospital New York sekaligus penulis kontributor majalah Forbes, dilansir dari Washington Post, meminta para pemilih untuk mewaspadai peningkatan tekanan darah, jantung berdebar, sakit kepala, mual, kegelisahan, ketegangan otot, dan gejala stres lainnya terutama di masa-masa pemilu.

Salah-salah, stres selama pemilu tak hanya membuat Anda mudah jatuh sakit akibat sistem imun menurun, namun juga meningkatkan risiko Anda untuk mengalami serangan jantung dilansir Hello Sehat.

Stres dan kelelahan emosional yang berkepanjangan telah dikaitkan dengan faktor pemicu serangan jantung. Ini karena mengalami stres dan kemarahan dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, yang kemudian mengubah aliran darah dan mengurangi suplai darah ke jantung. Hubungan antara serangan jantung dan gangguan emosional bahkan tetap sama, tak peduli apa faktor risiko serangan jantung lain yang dimiliki oleh seseorang, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi dan kelebihan berat badan.

Apakah seruan-seruan bernada diskriminatif atau pernyataan yang secara blak-blakan menjatuhkan paslon berdasarkan agama tertentu membuat darah Anda mendidih? Tergantung dari seberapa dalam emosi yang Anda rasakan, dampaknya mungkin sudah lebih dari cukup untuk menimbulkan reaksi fisik yang mengarah ke serangan jantung.

baca juga

Sementara itu, faktor risiko utama dan terbesar bagi insiden serangan jantung tetap tidak berubah: merokok, pola makan buruk, tidak rutin beraktivitas fisik/ berolahraga, memiliki tekanan darah tinggi, dan/atau kelebihan berat badan atau obesitas.

Terlepas dari apakah Anda memiliki sejumlah faktor pemicu serangan jantung di atas, dengan drama Pemilu yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, waspadai seberapa parah musim pemilihan presiden kali ini membuat Anda tertekan secara emosional.

Tidak ada salahnya untuk rehat sejenak, sesekali ubah topik bacaan di media sosial, di koran atau obrolan panas saat makan siang dengan hal-hal lain yang lebih ringan, atau tutup mata dari isu-isu yang cuma bikin hati mendidih. Sejumlah trik perawatan diri sederhana tersebut akan bermanfaat untuk mencegah Anda terkena serangan jantung di musim pemilu, khususnya di tengah quick count

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rela Tak Melaut, Warga Tambaklorok: Kami Pilih Figur Capres bukan Caleg

Rela Tak Melaut, Warga Tambaklorok: Kami Pilih Figur Capres bukan Caleg

Jawa Tengah | Rabu, 17 April 2019 | 13:06 WIB

AHY Nyoblos di TPS Pakai Kaos Jangan Golput

AHY Nyoblos di TPS Pakai Kaos Jangan Golput

News | Rabu, 17 April 2019 | 13:04 WIB

5 Kisah Perjuangan Nyoblos Warga, Banjir di TPS hingga Sewa Angkot

5 Kisah Perjuangan Nyoblos Warga, Banjir di TPS hingga Sewa Angkot

News | Rabu, 17 April 2019 | 13:07 WIB

Terkini

Kalimantan dan Bali Bakal Dikeliling Transportasi Kereta Api

Kalimantan dan Bali Bakal Dikeliling Transportasi Kereta Api

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:14 WIB

Pengguna QRIS Capai 65,77 Juta, Diterima di 44,68 Merchant

Pengguna QRIS Capai 65,77 Juta, Diterima di 44,68 Merchant

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara

Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Pasokan Melimpah, Panas Bumi yang Terbuang Bakal Diolah Jadi Listrik 45 MW

Pasokan Melimpah, Panas Bumi yang Terbuang Bakal Diolah Jadi Listrik 45 MW

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Ada Suara Gemuruh saat Gempa Bantul, BMKG Ungkap Penyebabnya

Ada Suara Gemuruh saat Gempa Bantul, BMKG Ungkap Penyebabnya

Jogja | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Proses Fotosintesis pada Tumbuhan: Pengertian, Tahapan, dan Manfaatnya

Proses Fotosintesis pada Tumbuhan: Pengertian, Tahapan, dan Manfaatnya

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Mantan Dirdik Jampidsus Sebut Penetapan Tersangka hingga Penahanan Febrie Tak Lazim

Mantan Dirdik Jampidsus Sebut Penetapan Tersangka hingga Penahanan Febrie Tak Lazim

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:01 WIB

Sikat Pembakar Hutan! Kapolri Pastikan Beberapa Pelaku Karhutla Sudah Diringkus

Sikat Pembakar Hutan! Kapolri Pastikan Beberapa Pelaku Karhutla Sudah Diringkus

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Siap Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Aliansi Masyarakat Jakarta Minta Ibu Kota Kondusif

Siap Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Aliansi Masyarakat Jakarta Minta Ibu Kota Kondusif

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Review Serial Reacher Season 2: Drama Kriminal Penuh Adrenalin dan Taktik!

Review Serial Reacher Season 2: Drama Kriminal Penuh Adrenalin dan Taktik!

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×