Kulit Terbakar Sinar Matahari Bikin Perih, Atasi dengan 4 Langkah Ini

M. Reza Sulaiman | Yuliana Sere | Suara.com

Kamis, 18 April 2019 | 14:00 WIB
Kulit Terbakar Sinar Matahari Bikin Perih, Atasi dengan 4 Langkah Ini
Kulit terbakar sinar matahari bikin perih. (Shutterstock)

Suara.com - Kulit Terbakar Sinar Matahari Bikin Perih, Atasi dengan 4 Langkah Ini

Berjemur untuk membuat kulit kecokelatan bisa menyebabkan kulit terbakar sinar matahari yang membuat perih.

Perihnya kulit terbakar ini bisa membuat aktivitas harian Anda terganggu.

Nah, untuk mengatasi rasa perih ini, ada beberapa kiat bisa kamu gunakan, dilansir Himedik dari Reader's Digest:

1. Rendam dalam susu

"Jika kamu tidak memiliki cukup susu, kamu bisa merendam handuk dalam mangkuk berisi susu dingin lalu letakkan kompres susu pada area yang terbakar.

Manfaat susu sapi untuk perawatan kecantikan. (Shutterstock)
Susu untuk meredakan kulit terbakar sinar matahari. (Shutterstock)

Susu akan membantu menciptakan lapisan protein di sepanjang kulit yang mengurangi panas, nyeri, dan sensitivitas.

2. Vaseline

"Ketika kamu mengalami sengatan matahari, penting untuk menjaga kulit terhidrasi dengan baik dan lembap," kata Samer Jaber, MD dari Washington Square Dermatology di New York City.

Petroleum Jelly dalam Vaseline atasi 1001 masalah kulit (Suara.com/Dinda)
Petroleum Jelly dalam Vaseline atasi 1001 masalah kulit (Suara.com/Dinda)

"Triknya masukkan vaseline ke dalam kulkas selama beberapa menit sehingga dingin karena rasa dingin akan meredakan sengatan matahari," tambahnya.Berendam dalam susu akan memberikan rasa nyaman pada kulit terbakar. Hal ini disebabkan oleh pH, lemak dan suhu dingin," kata Francesca Fusco, MD dari Wexler Dermatology di New York City.

3. Gunakan oatmeal

Tambahkan setidaknya satu cangkir gandum halus ke dalam air mandi dan gunakan tanganmu untuk mengoleskan oatmeal secara merata. Kemudian rendam tubuh selama 15 hingga 20 menit.

Susu untuk meredakan kulit terbakar sinar matahari. (Shutterstock)
Oatmeal untuk meredakan kulit terbakar sinar matahari. (Shutterstock)

"Oatmeal adalah humektan, yang berarti membantu melembapkan kulit dan mengandung senyawa yang meredakan peradangan," ujar Ranella Hirsch, MD, seorang dokter kulit yang berbasis di Boston.

4. Buat krim topikal sendiri

“Untuk area yang terisolasi seperti jari atau bibir, larutkan aspirin dalam satu sendok makan air dingin dan buat pasta. Terapkan ke daerah yang terkena,” saran Dr. Fusco. Bilas setelah lima menit.

Ilustrasi yogurt. (Shutterstock)
Yogurt untuk meredakan kulit terbakar sinar matahari. (Shutterstock)

5. Yogurt

Selain lidah buaya, kamu juga bisa gunakan yogurt. Ini bisa memberikan kesejukan dan hidrasi langsung ke kulit yang terbakar ketika dioleskan.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Temukan Manfaat Kulit Ikan Nila Bagi Pengobatan Luka Bakar

Peneliti Temukan Manfaat Kulit Ikan Nila Bagi Pengobatan Luka Bakar

Health | Rabu, 17 April 2019 | 07:23 WIB

Manfaatkan Lidah Buaya Saat Kulit Terbakar Matahari, Ini Caranya

Manfaatkan Lidah Buaya Saat Kulit Terbakar Matahari, Ini Caranya

Lifestyle | Kamis, 17 Januari 2019 | 17:30 WIB

Lidah Buaya Atasi Kulit Terbakar Akibat Sinar Matahari

Lidah Buaya Atasi Kulit Terbakar Akibat Sinar Matahari

Health | Minggu, 13 Juli 2014 | 15:02 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB