Kondisi Ini yang Menyebabkan Penderita Diabetes Tidak Boleh Puasa

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Jum'at, 26 April 2019 | 18:26 WIB
Kondisi Ini yang Menyebabkan Penderita Diabetes Tidak Boleh Puasa
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa penderita diabetes disarankan untuk tidak puasa dengan alasan kesehatan.

Hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar gula dalam darah berada di bawah normal, yaitu kurang dari 70 mg/dL.

Menurut Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD, kondisi ini dialami oleh mereka yang menderita Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2).

Kondisi ini merupakan ancaman tersendiri bagi mereka yang berpuasa. Apalagi, bila tidak ditangani dengan baik, hipoglikemia dapat menyebabkan kejang dan hilang kesadaran.

Selama Ramadan, terjadi peningkatan insiden hipoglikemia yang signifikan pada pasien DMT2. Hal ini dikarenakan pasien DMT2 mengalami kekurangan zat gula dari makanan yang dicerna dan diserap, sehingga kadar gula dalam tubuh menurun secara drastis.

"Mereka yang berisiko mengalami kondisi ini, biasanya pasien diabetes yang usia lanjut, yang makannya tidak teratur. Minum obat diabetes tergantung pada orang lain, harus diingatkan, susah minum obat," ujar dia dalam temu media bertema 'Waspada Hipoglikemia Saat Berpuasa', Jumat (26/4/2019).

Prof. Ketut Suastika mengungkap, mereka dengan Diabetes Melitus Tipe 1 (DMT1) dengan kendali buruk, memiliki riwayat hipoglikemia berat dan berulang tiga bulan terakhir, ketoasidosis tiga bulan terakhir, penyakit akut, gangguan ginjal dan epilepsi, serta perempuan hamil dengan terapi insulin, dilarang berpuasa karena memiliki risiko yang sangat tinggi mengalami hipoglikemia.

Sementara mereka yang dianjurkan untuk tidak berpuasa, atau memiliki risiko tinggi hipoglikemia adalah mereka DMT2 kendali buruk, DMT2 yang menggunakan insulin campuran, perempuan hamil dengan DMT2 yang menjalani diet, penyakit ginjal kronik, hingga DMT1 yang terkendali baik.

"Untuk risiko sedang atau rendah yang diperbolehkan puasa antara lain, mereka dengan diabetes yang terkendali baik, yang hanya menjalani pola hidup hidup dan pengobatan yang sifatnya menghambat DPP-4 dan GLP-1 RA," ungkap dia.

baca juga

Meski begitu, kata dia, yang terpenting adalah untuk selalu mengecek kadar gula darah setiap saat, cek darah ketika Anda berpuasa, dan mengunjungi dokter untuk mendapatkan rekomendasi manajemen diabetes selama bulan puasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Ramadan, Coba Lima Aplikasi Doa dan Niat Puasa Ini

Jelang Ramadan, Coba Lima Aplikasi Doa dan Niat Puasa Ini

Tekno | Kamis, 25 April 2019 | 07:54 WIB

Puasa Tenang Berkat Makanan dengan Indeks Glikemik Rendah

Puasa Tenang Berkat Makanan dengan Indeks Glikemik Rendah

Lifestyle | Rabu, 24 April 2019 | 15:56 WIB

Diabetes Membuat Kulit Pecah-Pecah dan Bersisik, Apa Sebabnya?

Diabetes Membuat Kulit Pecah-Pecah dan Bersisik, Apa Sebabnya?

Health | Rabu, 24 April 2019 | 15:40 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB