Wahana Mandi Bola Berisiko Bagi Kesehatan Anak?

Silfa Humairah Utami, Firsta Nodia

Jum'at, 26 April 2019 | 19:10 WIB
Wahana Mandi Bola Berisiko Bagi Kesehatan Anak?
Ilustrasi anak batuk, kesehatan anak. (Shutterstock)

Suara.com - Wahana Mandi Bola Berisiko Bagi Kesehatan Anak?

Wahana mandi bola kerap menjadi favorit anak-anak karena dipenuhi dengan aneka bola kecil yang berwarna-warni. Namun di balik area permainan yang menyenangkan ini, ada bahaya yang mengintai anak-anak saat bermain di dalamnya.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Infection Control menemukan bahwa wahana mandi bola tersebut berisiko menularkan bakteri berbahaya kepada anak-anak. Untuk mengarah pada temuan ini, peneliti dari University of North Georgia menganalisis enam wahana bola berbeda.

Di setiap lokasi wahana mandi bola, peneliti mengumpulkan 9-15 bola dari kedalaman berbeda. Hingga akhirnya, mereka menemukan kolonisasi mikroba dalam bola-bola yang diuji, termasuk delapan spesies bakteri dan satu jamur yang dapat menyebabkan penyakit.

"Kolonisasi bakteri ditemukan ribuan sel per bola. Hal ini jelas menunjukkan potensi penularan organisme ini kepada pasien dan kemungkinan peningkatan infeksi," ujar peneliti utama, Mary Ellen Oesterle dilansir dari Nypost.

Beberapa spesies bakteri yang ditemukan dalam bola-bola di wahana permainan anak tersebut antara lain Enterococcus faecalis, Staphylococcus hominis, Streptococcus oralis dan Acinetobacter lwofii yang semuanya dapat menyebabkan infeksi parah pada manusia.

Misalnya, Enterococcus faecalis dapat menyebabkan endokarditis, septikemia, infeksi saluran kemih, dan meningitis, sementara Staphylococcus hominis merupakan penyebab infeksi di pembuluh darah dan dilaporkan sebagai penyebab sepsis di unit perawatan intensif neonatal.

Sementara itu, bakteri Streptococcus oralis diketahui menyebabkan endokarditis, sindrom gangguan pernapasan dewasa, dan syok streptokokus. Bakteri Acinetobacter lwofii sendiri berpotensi menyebabkan septikemia, pneumonia, meningitis, dan infeksi saluran kemih serta kulit.

"Kami menemukan banyak mikroorganisme bakteri di antara sampel bola di wahana mandi bola yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa pembersihan dan pemeliharaan wahana bermain anak belum dilakukan secara maksimal sehingga berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit dan tentu tidak bai bagi kesehatan anak," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Begini Masih Merokok di Kendaraan? Ingat Bahaya Tar  ...

Hari Begini Masih Merokok di Kendaraan? Ingat Bahaya Tar ...

Otomotif | Rabu, 10 April 2019 | 10:00 WIB

Begini Penampakan Area Mandi Bola Terbesar di Indonesia

Begini Penampakan Area Mandi Bola Terbesar di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 21 Desember 2018 | 20:05 WIB

Risiko Terjangkit Penyakit Cukup Tinggi, Ada Tips Menghindarinya

Risiko Terjangkit Penyakit Cukup Tinggi, Ada Tips Menghindarinya

Health | Selasa, 11 Desember 2018 | 15:00 WIB

Terkini

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB