Simak, 4 Terapi yang Bisa Bantu Perbaiki Kesehatan Jiwa Anda

M. Reza Sulaiman, Yuliana Sere

Senin, 29 April 2019 | 11:02 WIB
Simak, 4 Terapi yang Bisa Bantu Perbaiki Kesehatan Jiwa Anda
Jaga kesehatan jiwa dengan terapi. (Shutterstock)

Suara.com - Simak, 4 Terapi yang Bisa Bantu Perbaiki Kesehatan Jiwa Anda

Menjaga kesehatan tak cukup hanya dengan menjaga badan agar tidak sakit. Kesehatan jiwa pun wajib diperhatikan untuk bisa sehat seutuhnya.

Belakangan, tak sedikit selebriti dan artis yang mengakui bahwa mereka punya masalah dengan kesehatan jiwa. Ada yang blak-blakan menceritakan proses terapi yang dijalani, ada pula yang hanya menceritakan sewajarnya.

Karena itu, tak ada salahnya bagi kita untuk mengetahui jenis-jenis terapi yang disebut bermanfaat untuk membantu menjaga, bahkan memperbaiki, kesehatan jiwa.

Dilansir Himedik dari Livestrong, berikut daftar terapi kesehatan jiwa:

1. Terapi Seni

Dalam terapi seni, orang didorong untuk mengekspresikan diri secara kreatif dalam bentuk menggambar, melukis, membuat kolase, memahat dan media lainnya.

Terapi seni untuk kesehatan jiwa. (Shutterstock)
Terapi seni untuk kesehatan jiwa. (Shutterstock)

Terapi seni juga sering mencakup bentuk terapi kesehatan jiwa tradisional, seperti terapi bicara dan proses menciptakan seni itu sendiri dikatakan memiliki banyak manfaat, terutama untuk anak-anak.

Misalnya meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, keterampilan interpersonal dan strategi coping.

2. Hipnoterapi

Hipnoterapi sering digunakan bersama dengan bentuk lain dari terapi kesehatan jiwa dan biasanya digunakan untuk membantu seseorang menangani perilaku tertentu, seperti merokok, susah tidur, fobia dan disfungsi seksual.

Hipnoterapi untuk kesehatan jiwa. [shutterstock]
Hipnoterapi untuk kesehatan jiwa. [shutterstock]

Hipnoterapi bekerja dengan cara menghambat bagian otak. Dalam sesi hipnoterapi, seseorang menutup mata dan dibantu untuk rileks. Penghipnotis kemudian memberikan saran dan membimbing imajinasi orang tersebut.

3. Terapi Psikodinamik

Terapi psikodinamik adalah bentuk terapi tradisional kesehatan jiwa yang menggunakan percakapan mendalam yang membahas dunia eksternal pasien.

Ini digunakan terutama dengan mereka yang berurusan dengan depresi, tetapi juga dapat bekerja untuk orang yang berurusan dengan kecanduan, gangguan kecemasan sosial dan gangguan makan.

Pasien sedang konsultasi kesehatan ke dokter. [shutterstock]
Terapi untuk kesehatan jiwa. [shutterstock]

4. Terapi Interpersonal (IPT)

Psikoterapi interpersonal biasanya digunakan untuk mengobati gangguan suasana hati, dengan tujuan utama adalah untuk meningkatkan hubungan seseorang dan interaksi sosial untuk membantu mengurangi tekanan yang mereka alami.

Itulah ragam terapi yang bisa dilakukan untuk menjaga dan memperbaiki kesehatan jiwa. Jika ingin mencoba, hubungi psikolog atau psikiater terdekat ya!

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Audrey Alami Taruma Berat, Psikolog Sarankan 2 Metode Terapi

Audrey Alami Taruma Berat, Psikolog Sarankan 2 Metode Terapi

Health | Rabu, 10 April 2019 | 15:13 WIB

Kampanye di Gunungkidul, Sandiaga Bahas Soal Masalah Kesehatan Jiwa

Kampanye di Gunungkidul, Sandiaga Bahas Soal Masalah Kesehatan Jiwa

News | Sabtu, 06 April 2019 | 05:22 WIB

Depresi dan Kelelahan Berjalan Beriringan, Ini Penjelasan Sains

Depresi dan Kelelahan Berjalan Beriringan, Ini Penjelasan Sains

Health | Jum'at, 22 Februari 2019 | 18:55 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB