Doyan Gunakan Cotton Bud untuk Bersihkan Telinga, Lelaki Kejang-kejang

M. Reza Sulaiman | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 08 Mei 2019 | 10:44 WIB
Doyan Gunakan Cotton Bud untuk Bersihkan Telinga, Lelaki Kejang-kejang
Ilustrasi cotton bud untuk bersihkan telinga. [shutterstock]

Suara.com - Doyan Gunakan Cotton Bud untuk Bersihkan Telinga, Lelaki Kejang-kejang

Jangan sering-sering gunakan cotton bud untuk membersihkan telinga, jika tak ingin bernasib seperti lelaki ini.

Seorang lelaki usia 31 tahun dilarikan ke rumah sakit karena pingsan tiba-tiba setelah sakit kepala. Setelah ditelusuri, lelaki ini kejang-kejang karena kapas cotton bud yang digunakannya tertinggal di dalam telinga.

Dilansir Himedik dari Daily Mail, lelaki itu mengalami sakit kepala hebat dan mulai kejang hingga pingsan secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda penyakit.

Ia pun dilarikan ke Rumah Sakit Coventry dan segera melakukan CT scan bagian otaknya yang ditemukan ada dua abses berisi nanah di sela-selanya.

Setelah itu, dokter menemukan ada sepotong kapas yang bersarang atau tertinggal jauh di dalam telinganya.

Kapas tersebut berasal dari kuncup cutton bud yang lepas dan tertinggal di dalam telinga. Lalu menyebabkan nekrotikan otitis eksterna, infeksi bakteri yang dimulai dari saluran telinga sebelum menyebar ke tengkorak.

Kapas yang tertinggal di dalam telinga ini juga bisa memengaruhi saraf wajah yang menyebabkan stroke.

Kondisi ini dikenal sebagai otitis eksterna ganas, yang biasanya melibatkan orang tua atau orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Telinga berdenging karena tinnitus. (Shutterstock)
Sakit kepala yang bersumber dari telinga. (Shutterstock)

Sedangkan kasus yang menimpa pria usia 31 tahun ini, tim medis tidak bisa mengetahui berapa lama kapas cutton bud tersebut berasaran di dalam telinga.

Ia hanya mengeluhkan sudah menderita sakit telinga bagian kiri dan kehilangan pendengaran sejak 5 tahun terakhir.

Kasus tersebut adalah contoh ekstrem karena cutton bud bisa menyebabkan berbagai masalah telingan, seperti infeksi, gendang telinga berlubang dan tinitus.

Karena itu, dokter menyarankan untuk tidak membersihkan telinga menggunakan cotton bud. Karena, hal ini hanya akan membuat debu dan kotoran telinga menumpuk di dalam.

NHS merekomendasikan untuk mencari saran ke apoteker atau mengikuti perintah dokter ahli THT dalam membersihkan telinga yang benar sesuai dengan kondisi masing-masing.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Bersihkan Telinga, Ini Rupanya Fungsi Cotton Bud Saat Diciptakan

Bukan Bersihkan Telinga, Ini Rupanya Fungsi Cotton Bud Saat Diciptakan

Health | Minggu, 24 Maret 2019 | 16:00 WIB

Korek Kuping dengan Cotton Bud, Lelaki Ini Malah Kena Infeksi Otak

Korek Kuping dengan Cotton Bud, Lelaki Ini Malah Kena Infeksi Otak

Health | Jum'at, 15 Maret 2019 | 08:55 WIB

Jangan Sering Bersihkan Telinga Pakai Cotton Bud, Ini Bahayanya

Jangan Sering Bersihkan Telinga Pakai Cotton Bud, Ini Bahayanya

Health | Rabu, 27 Februari 2019 | 18:20 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB