Kasus Kanker Meningkat, Dunia Akan Kekurangan Dokter Onkologi di Tahun 2040

Ade Indra Kusuma | Suara.com

Selasa, 14 Mei 2019 | 17:11 WIB
Kasus Kanker Meningkat, Dunia Akan Kekurangan Dokter Onkologi di Tahun 2040
Ilustrasi sel kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Kasus Kanker Meningkat, Dunia Akan Kekurangan Dokter Onkologi di Tahun 2040.

Berbagai proyeksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengindikasikan jumlah orang yang akan membutuhkan kemoterapi akan meningkat dalam beberapa tahun kedepan.

Menurut sebuah studi yang dilansir oleh Reuters. para peneliti memperkirakan akan ada kekurangan dokter spesialis kanker atau onkologi yang bisa memberikan perawatan kemoterapi seiring dengan meningkatnya kasus kanker di seluruh dunia.

Onkologi adalah sub-bidang medis yang mempelajari dan merawat kanker. Dokter yang mendalami onkologi disebut onkolog.

"JIka nanti tak ada terobosan, jumlah dokter spesialis yang memberikan perawatan-perawatan penyelamat jiwa ini dinilai tidak akan mencukupi," kata para peneliti dalam laporan yang diterbitkan pada jurnal The Lancet Oncology.

Jumlah pasien yang harus menjalani kemoterapi diperkirakan meningkat dari 9,8 juta menjadi 15 juta pada 2040, kata peneliti Australia. Dan dua pertiga dari para pasien tersebut berasal dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Dengan menggunakan model komputer, para peneliti memperkirakan jumlah onkologi yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan kemoterapi akan naik dari 65 ribu pada 2018, menjadi 100 ribu pada 2040.

Para peneliti tidak bersedia komentar, namun demikian mereka memberikan pernyataan pers.

“Kenaikan beban kanker global adalah salah satu krisis kesehatan besar saat ini,” kata pengarang utama, Brooke Wilson, seorang peneliti dari Universitas New South Wales pada Institut Ingham untuk Riset Medis Terapan, dalam pernyataannya.

“Beberapa strategi sangat dibutuhkan untuk melengkapi tenaga kerja kesehatan global agar bisa memberikan perawatan yang aman kepada pasien saat ini dan masa mendatang. Negara-negara dan institusi-institusi seharusnya menggunakan data kami untuk memperkirakan kebutuhan tenaga kerja medis untuk kanker di masa depan, kebutuhan kemoterapi, merencanakan strategi nasional, regional, dan globa untuk memastikan mereka yang membutuhkan mendapatkan akses ke kemoterapi,” lanjut Brooke.

Lebih dari 15 juta orang yang diperkirakan akan membutuhkan kemoterapi pada 2040, sebanyak 5,2 juta atau 35 persen tinggal di bagian timur Asia, kata para peneliti memperkirakan. Sekitar 1,7 juta atau 12 persen berasal dari Asia selatan tengah; 1,4 juta atau 10 persen di Amerika Utara, 980.646 atau tujuh persen di Asia Tenggara, 922.452 atau enam persen di Amerika Selatan dan 810.084 atau lima persen di Eropa Barat.

Ilustrasi (shutterstock)
Ilustrasi (shutterstock)

Jenis kanker yang menjadi indikasi perawatan kemoterapi di seluruh dunia pada 2040 diperkirakan adalah kanker paru-paru, kanker payudara dan kanker usus.

Meski studi baru itu memiliki beberapa keterbatasan, hasil studi menyerukan perlunya tindakan.

“Yang paling mengkhawatirkan adalah jumlah orang yang akan membutuhkan kemoterapi. Jumlahnya diperkirakan akan meningkat dari 9,8 juta menjadi 15 juta,” kata Nelson.

Ada beberapa alasan yang mengakibatkan peningkatan besar pada diagnosis kanker, yang paling utama adalah kenyataan bahwa manusia akan hidup lebih lama, yang artinya lebih banyak orang yang pada akhirnya akan menderita kanker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jenius, Remaja Ini Bikin Bra yang Bisa Melacak Kanker Payudara

Jenius, Remaja Ini Bikin Bra yang Bisa Melacak Kanker Payudara

Lifestyle | Selasa, 14 Mei 2019 | 14:59 WIB

Perutnya Membesar, Gadis 8 Tahun Ini Divonis Alami 'Kehamilan'

Perutnya Membesar, Gadis 8 Tahun Ini Divonis Alami 'Kehamilan'

Health | Selasa, 14 Mei 2019 | 12:58 WIB

Teknologi AI Bisa Dipakai Mendeteksi Kanker Payudara Lebih Awal

Teknologi AI Bisa Dipakai Mendeteksi Kanker Payudara Lebih Awal

Health | Minggu, 12 Mei 2019 | 10:10 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB