Anak Kerap Berkeringat Saat Tidur? Hati-hati Bisa Jadi Tanda Penyakit

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Anak Kerap Berkeringat Saat Tidur? Hati-hati Bisa Jadi Tanda Penyakit
Ilustrasi anak tidur. [Shutterstock]

Ada beberapa penyebab spesifik mengapa anak balita berkeringat sangat banyak.

Suara.com - Apakah Anak Anda kerap berkeringat saat tidur? Jika iya tak ada salah untuk khawatir sebab keringat yang berlebih pada anak saat tidur ternyata bisa jadi tanda suatu gangguan tertentu.

Munculnya keringat guna membantu menormalkan suhu tubuh dan mendinginkannya. Namun, beberapa anak balita mungkin memiliki jumlah keringat yang berlebih, beda dengan lainnya.

Dilansir HiMedik dari momjunction.com, keringat yang berlebih disebut juga hiperhidrosis yang terjadi pada malam hari ketika anak sedang tidur.

Beberapa area tubuh yang biasa banyak berkeringat, yakni ketiak, kaki dan tangan.

Hyperhidrosis atau keringat berlebih bisa saja terjadi pada semua umur. Tetapi, khusus pada balita ini adalah fenomena yang umum karena sistem pengaturan suhu tubuhnya belum sempurna.

Balita juga memiliki kelenjar keringat lebih banyak karena sebanding dengan ukuran berat badannya. Selain itu, keringat berlebih pada balita bisa juga karena mereka tertidur sangat nyenyak.

Ilustrasi tidur berkeringat (pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi tidur berkeringat (pixabay/Free-Photos)

Namun, ada beberapa penyebab spesifik mengapa anak balita berkeringat sangat banyak.

1. Kelenjar keringat terlalu aktif

2. Memiliki penyakit kronis

3. Ketidakseimbangan hormon

4. Terjadi infeksi di dalam tubuh

Guna mengetahui keringat berlebih anak anda karena suatu penyakit atau hal normal perlu dilakukan cek fisik.

Tes fisik ini guna mengetahui area tubuh mana saja yang sering berkeringat lalu mencari diagnosanya. Berikut ini beberapa tes yang biasanya dilakukan, yakni:

1. Tes kertas

Biasanya dokter akan menempatkan jenis kertas khusus pada area yang berkeringat berlebih. Kertas itu nantinya akan menyerap keringat anak anda.

Setelah kertas itu menyerap keringat, dokter akan menimbangnya untuk mengetahui jumlah keringat yang dikeluarkan tubuh.

2. Tes pati yodium

Dokter akan memberikan larutan yodium ke daerah yang berkeringat. Lalu akan menaburkan pati di atasnya.

Jika area yang ditaburi pati berubah menjadi ungu atau biru tua, artinya bagian tubuh tersebut menunjukkan gejala hiperhidrosis.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS