Bukan Jepang, Inilah Negara Terbaik di Dunia untuk Anak Tumbuh Dewasa

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 31 Mei 2019 | 17:45 WIB
Bukan Jepang, Inilah Negara Terbaik di Dunia untuk Anak Tumbuh Dewasa
Negara terbaik untuk tumbuh kembang anak (Shutterstock)

Suara.com - Menurut sebuah studi, anak-anak yang dilahirkan hari ini memiliki peluang yang lebih baik untuk tumbuh sehat, berpendidikan dan terlindungi dibandingkan satu generasi sebelumnya, terutama jika dilahirkan di Singapura.

Berdasarkan laporan yang diterbitkan dalam laporan Global Childhood oleh Save the Children, Negeri Singa Putih ini dinobatkan sebagai negara terbaik bagi anak tumbuh dewasa di dunia. Singapura mengalahkan 176 negara dalam hal ini.

Diterbitkan pada Rabu (29/5/2019) kemarin, End of Childhood Index memberi penilaian berdasarkan anak-anak yang paling banyak kehilangan masa kanak-kanak, dan skor setiap negara pada skala satu hingga 1.000.

Ini juga mengukur sejauh mana anak-anak di setiap negara mengalami "akhir masa kanak-kanak" seperti kematian, gizi buruk, putus sekolah dan memikul beban peran orang dewasa dalam pekerjaan, perkawinan dan menjadi ibu, kata Save the Children.

Singapura memiliki skor tertinggi 989, naik dari 972 di peringkat sebelumnya yang diterbitkan pada tahun 2000, seperti yang dilansir dari Business Insider.

SIngapura (Pixabay/Graham-H)
Singapura, negara terbaik di dunia untuk anak tumbuh dewasa menurut laporan Global Childhood oleh Save the Children. (Pixabay/Graham-H)

Laporan itu mengatakan, pada 2017 angka kematian di bawah 5 tahun dalam setiap 1.000 kelahiran di Singapura adalah 2,8, termasuk terendah di dunia.

Selain itu, laporan ini juga mengungkapkan tidak ada catatan anak-anak kurang gizi dari usia 0 hingga 59 bulan.

Sementara itu, hanya 0,1% anak-anak di Singapura yang tidak bersekolah di sekolah dasar atau menengah pada periode 2013 hingga 2018.

Menyusul Singapura, Swedia dan Finlandia masing-masing meraih tempat kedua dan ketiga.

Negara Asia lain yang masuk dalam daftar 10 negara teratas adalah Korea Selatan, memegang skor 980.

Di seluruh wilayah, Australia berada di peringkat ke-15, Jepang di peringkat ke-19 sementara Malaysia mengambil tempat ke-71. Inggris berada di posisi ke-22, dan AS terikat dengan China di urutan ke-36.

Save the Children mengatakan, 173 dari 176 negara sekarang bekerja lebih baik dalam memberikan anak-anak masa kanak-kanak yang penuh dan stabil dibandingkan dengan sembilan tahun yang lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Cara Orangtua Beri Stimulus untuk Bangun Karakter Kuat pada Anak

Begini Cara Orangtua Beri Stimulus untuk Bangun Karakter Kuat pada Anak

Health | Minggu, 28 April 2019 | 18:01 WIB

Studi: Konsumsi Minyak Ikan Saat Hamil Buat Pertumbuhan Anak Lebih Baik

Studi: Konsumsi Minyak Ikan Saat Hamil Buat Pertumbuhan Anak Lebih Baik

Health | Senin, 15 April 2019 | 16:05 WIB

5 Aspek Tumbuh Kembang Anak yang Bisa Didapat Melalui Bermain

5 Aspek Tumbuh Kembang Anak yang Bisa Didapat Melalui Bermain

Health | Rabu, 10 April 2019 | 19:00 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB