alexametrics

Akibat Ulah Pengasuh Jahat, Bayi 8 Hari Kritis karena Derita Pneumonia

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Akibat Ulah Pengasuh Jahat, Bayi 8 Hari Kritis karena Derita Pneumonia
Ilustrasi bayi yang baru lahir (Foto: shutterstock)

Bayi baru lahir dirawat di ruang ICU karena menderita pneumonia akibat perlakuan jahat pengasuh bayi.

Suara.com - Semua orang tua pasti berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya, termasuk ketika memperkerjakan seseorang menjadi pengasuh.

Namun, menggunakan jasa pengasuh anak justru menjadi mimpi buruk Joshua Ang, seorang aktor dari Singapura.

Akibat kinerja pengasuhnya yang buruk, bayinya yang baru berusia 1 minggu harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU karena menderita pnemonia.

Di sisi lain, Joshua Ang juga belum berani untuk menuntut pengasuhnya karena belum memiliki cukup banyak bukti.

Baca Juga: Sakit Pneumonia, Bayi 2 Tahun Ini Meninggal di Pelukan Orangtuanya

Sejak awal, Joshua Ang sudah memiliki firasat yang buruk ketika mempekerjakan pengasuh itu untuk merawat bayinya yang baru lahir.

Tetapi, Joshua Ang tidak mengurungkan keinginannya karena melihat wanita tersebut telah beperngalaman sebagai pengasuh selama 12 tahun.

"Sejak hari pertama bekerja dengan kita, dia tidak pernah mau mengikuti perintah kita. Dia tidak mau mendengarkan dan selalu melanggar peraturan ketika merawat bayi kita," kata Joshua Ang dikutip dari Asia One.

Ilustrasi bayi sakit (Shutterstock)
Ilustrasi bayi sakit (Shutterstock)

Joshua mengaku pengasuh tersebut justru memintanya dan sang istri untuk mengabaikan anaknya ketika menangis. Bahkan pengasuh itu juga meminta Joshua dan istrinya mengikuti caranya merawat bayi.

Seperti ketika Joshua dan istrinya ingin menggunakan penghangat susu untuk anaknya, pengasuh tersebut justru menolak dan tidak mau menggunakannya.

Baca Juga: Batuk Lebih dari Dua Minggu, Waspada Gejala Pneumonia

Selain itu, pengasuh tersebut juga lebih memilih memberikan anaknya susu formula daripada ASI istrinya yang sudah dipompa dan dimasukkan botol dengan banyak alasan.

Komentar