Benarkah Tingkat Pendidikan Berpengaruh Terhadap Risiko Kanker Otak?

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 17 Juni 2019 | 19:35 WIB
Benarkah Tingkat Pendidikan Berpengaruh Terhadap Risiko Kanker Otak?
Ilustrasi pemeriksaan tumor otak. [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah studi dari Swedia menunjukkan, tingkat pendidikan memiliki hubungan dengan mengembangkan tumor otak tertentu.

Para peneliti menemukan, wanita yang menyelesaikan setidaknya tiga tahun di universitas 23% lebih mungkin mengembangkan jenis tumor otak glioma. Dibandingkan dengan wanita yang menyelesaikan 9 tahun pendidikan wajib dan tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.

Sedangkan laki-laki yang menyelesaikan setidaknya tiga tahun di universitas 19% lebih mungkin terserang tumor yang sama, dibandingkan dengan yang tidak melanjutkan di universitas.

Dalam studi ini, melansir Live Science, para peneliti melihat data lebih dari 4,3 juta orang di Swedia yang merupakan bagian dari Daftar Jumlah Penduduk Swedia.

Para peneliti melacak orang-orang selama 17 tahun, dimulai pada 1993, untuk melihat apakah mereka menderita tumor otak selama waktu itu. Mereka juga mengumpulkan informasi tentang tingkat pendidikan masyarakat, pendapatan, status perkawinan, dan pekerjaan.

Selama studi 17 tahun, 5.735 pria dan 7.101 wanita mengembangkan tumor otak, menurut temuan yang diterbitkan pada 20 Juni 2016 dalam Journal of Epidemiology & Community Health ini.

Ilustrasi perempuan melakukan pemeriksaan tumor otak. [Shutterstock]
Ilustrasi perempuan melakukan pemeriksaan tumor otak. [Shutterstock]

Selain perbedaan antara perkembangan tumor otak dan tingkat pendidikan, para peneliti juga menemukan hubungan antara perkembangan tumor otak dan pendapatan.

Pria yang memiliki pendapatan lebih tinggi, 14% berisiko mengalami glioma selama periode penelitian, dibandingkan dengan pria dengan pendapatan lebih rendah. Namun, hubungan antara risiko tumor otak jenis ini dan tingkat pendapatan tidak ditemukan pada wanita.

Temuan baru ini sejalan dengan penelitian sebelumnya, yang juga menemukan hubungan antara peningkatan risiko tumor otak tertentu dan status sosial ekonomi yang lebih tinggi, kata para peneliti.

Tetapi, penelitian baru ini hanya menunjukkan faktor-faktor risiko tertentu, bukan secara langsung faktor yang disebutkan di atas secara langsung menyebabkan tumor otak.

Sementara itu, menurut peneliti lain faktor gaya hidup juga mungkin berperan.

Gagasan bahwa tingkat pendidikan dan tumor otak saling terkait tidak sepenuhnya baru.

"Sudah menjadi 'legenda urban' di antara ahli bedah saraf bahwa orang yang lebih pintar lebih mungkin terkena tumor otak," kata Dr. Raj K. Narayan, ketua bedah saraf di North Shore University Hospital di Manhasset, New York.

Mekanisme di balik keterkaitan ini masih belum diketahui, tetapi kemungkinan, memiliki lebih banyak sel otak atau aktivitas otak yang lebih besar entah bagaimana meningkatkan risiko seseorang terkena tumor otak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Modal Sarjana: Pendidikan Tinggi dan Racun Bernama Prestise Sosial

Di Balik Modal Sarjana: Pendidikan Tinggi dan Racun Bernama Prestise Sosial

Your Say | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:00 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Ketika Dana Pendidikan Melimpah, Mengapa UKT Tetap Mahal?

Ketika Dana Pendidikan Melimpah, Mengapa UKT Tetap Mahal?

Your Say | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:20 WIB

Mutu Pendidikan Tinggi Masih Jadi PR, Pengakuan Internasional Jadi Momentum Perbaikan

Mutu Pendidikan Tinggi Masih Jadi PR, Pengakuan Internasional Jadi Momentum Perbaikan

Lifestyle | Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:51 WIB

Dosen Beri Peringatan Keras ke Sri Mulyani: Kalau Begini, Cuma Anak Orang Kaya yang Bisa Kuliah

Dosen Beri Peringatan Keras ke Sri Mulyani: Kalau Begini, Cuma Anak Orang Kaya yang Bisa Kuliah

News | Senin, 11 Agustus 2025 | 22:00 WIB

Pertamina Bangun Gedung Riset di ITB, Dukung Inovasi Pendidikan Tinggi Indonesia

Pertamina Bangun Gedung Riset di ITB, Dukung Inovasi Pendidikan Tinggi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 11:57 WIB

Bukan Fiksi, Film Ini Tampilkan Perjuangan Nyata Melawan Tumor Otak

Bukan Fiksi, Film Ini Tampilkan Perjuangan Nyata Melawan Tumor Otak

Health | Senin, 28 Juli 2025 | 21:01 WIB

Epilepsi 16 Tahun Sembuh! Tonton Perjuangan Tim Dokter dalam Film Awake Brain Surgery

Epilepsi 16 Tahun Sembuh! Tonton Perjuangan Tim Dokter dalam Film Awake Brain Surgery

Entertainment | Minggu, 27 Juli 2025 | 18:59 WIB

Kelas yang Terjebak Masa Lalu, Saatnya Pendidikan Tinggi Menyesuaikan Diri

Kelas yang Terjebak Masa Lalu, Saatnya Pendidikan Tinggi Menyesuaikan Diri

Your Say | Selasa, 08 Juli 2025 | 14:53 WIB

Prof. Stella Christie: Alumni dan Dosen Harus Memberikan Dampak Ekonomi

Prof. Stella Christie: Alumni dan Dosen Harus Memberikan Dampak Ekonomi

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 12:16 WIB

Terkini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB