Keren Banget, Mahasiswa UGM Olah Limbah Ceker Jadi Obat Patah Tulang

M. Reza Sulaiman

Selasa, 16 Juli 2019 | 06:15 WIB
Keren Banget, Mahasiswa UGM Olah Limbah Ceker Jadi Obat Patah Tulang
Mahasiswa UGM buat obat patah tulang berbahan limbah ceker. (Suara.com/Putu Ayu Palupi)

Suara.com - Keren Banget, Mahasiswa UGM Olah Limbah Ceker Jadi Obat Patah Tulang

Pengolahan limbah makanan menjadi salah satu perhatian besar bagi pegiat lingkungan. Nah, solusi baru ditawarkan oleh mahasiswa UGM yang mengolah limbah ceker menjadi obat patah tulang. Kok bisa?

Ya, oleh sekelompok mahasiswa UGM, limbah ceker bisa diubah menjadi gel obat patah tulang dengan nama Betagraft.

Yudith Violetta P (Fakultas Kedokteran Hewan), Vigha Ilmanafi A (Fakultas Farmasi) dan Josi Aldo Pramono (Teknik Mesin) mengolah ceker ayam sehingga menghasilkan biomaterial bone graft dalam bentuk gel nano-BCP-kolagen.

"Kami mengolah sampah biologis yang ketersediaanya sangat melimpah di Indonesia yaitu ceker ayam," papar Yudith saat ditemui di UGM, baru-baru ini.

Mereka mengolah ceker ayam yang banyak ditemukan di rumah potong ayam. Limbah ceker itu diformulasikan dalam bentuk gel yang mudah diaplikasikan.

Pengujian efektivitas obat dilakukan pada hewan tikus wistar usia 2 bulan.

Hasil pengujian menyebut Betagraft dalam bentuk gel ini lebih efektif ddibandingkan dengan implan konvensional. Hal ini dikarenakan kelebihannya yang bisa fleksibel dan dapat menjangkau pada seluruh fragmen patahan tulang.

Formulasinya pun mengandung material BCP yang berupa nanokristalin. Formula ini memiliki ukuran yang mirip dengan jaringan tulang normal.

baca juga
Foto X-ray patah tulang kaki. (Shutterstock)
Ilustrasi patah tulang kaki. (Shutterstock)

"Sehingga lebih cepat diabsorbsi dibandingkan biomaterial konvensional karena bila ditinjau dari luas kalus dan histopatologi sebagai parameter kesembuhan, betagraft mampu mempercepat kesembuhan fraktur dibandingkan bone graft konvensional," tandasnya.

Inovasi ceker tersebut berawal dari jumlah kasus patah tulang di Indonesia yang jumlahnya meningkat setiap tahun. Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit Indonesia pada 2010, insidensi fraktur mencapai lebih dari 43 ribu kasus.

Padahal patah tulang atau fraktur tak hanya menyebabkan kerusakan pada jaringan tulang. Jaringan lunak di sekitarnya juga bisa rusak sehingga penyembuhannya memerlukan waktu yang lama.

Dalam kasus fraktur tulang sempurna, patahan tulang pun sudah tidak dapat disatukan kembali. Akibatnya implan sebagai immobilisator seperti yang tersedia secara umum di pasaran tidak lagi efektif untuk digunakan.

"Material bone graft lebih efektif sebagai pengganti jaringan tulang rusak secara keseluruhan serta menstimulasi pembentukan jaringan baru," tutup dia.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Patah Tulang Tangan Kanan, Trik Unik Naik Motor Ini Bikin Salah Fokus

Patah Tulang Tangan Kanan, Trik Unik Naik Motor Ini Bikin Salah Fokus

Otomotif | Rabu, 19 Juni 2019 | 18:35 WIB

Gendong Kekasihnya, Pria Ini Malah Alami Patah Tulang Siku

Gendong Kekasihnya, Pria Ini Malah Alami Patah Tulang Siku

Health | Jum'at, 24 Mei 2019 | 03:35 WIB

Ingin Sembuhkan Sakit Kakinya, Wanita Ini Malah Patah Tulang Seusai Dipijat

Ingin Sembuhkan Sakit Kakinya, Wanita Ini Malah Patah Tulang Seusai Dipijat

Health | Selasa, 02 April 2019 | 16:55 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×