Baik Bagi Usus, Tiga Makanan Ini Cocok untuk Anak Kurang Gizi

M. Reza Sulaiman | Risna Halidi | Suara.com

Selasa, 16 Juli 2019 | 20:19 WIB
Baik Bagi Usus, Tiga Makanan Ini Cocok untuk Anak Kurang Gizi
ilustrasi gizi buruk [shutterstock]

Suara.com - Baik Bagi Usus, Tiga Makanan Ini Cocok untuk Anak Kurang Gizi

Anak kurang gizi atau malnutrisi bisa mengalami hambatan dalam tumbuh kembangnya. Nah, peneliti menemukan ada tiga makanan yang disebut baik untuk kesehatan usus mereka.

Tim peneliti asal Universitas Washington, Amerika Serikat, menyebut konsumsi pisang, buncis dan kacang tanah dapat meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus yang dianggap mampu membantu tumbuh kembang anak yang kekurangan gizi.

Dilansir BBC, peneliti melakukan penelitian mengenai mikroba sehat tersebut terhadap anak-anak Bangladesh. Hasilnya, bakteri baik pada usus dapat membantu pertumbuhan tulang dan otak pada anak dengan kondisi malnutrisi.

Sebelumnya WHO mengatakan bahwa sekitar 150 juta anak balita di seluruh dunia mengalami masalah kekurangan gizi.

Kondisi tersebut, pada akhirnya, dapat meningkatkan jumlah bakteri jahat pada usus anak.

Selama satu bulan, tim meneliti kondisi sekitar 68 anak-anak Bangladesh yang kekurangan gizi. Mereka berusia 12-18 bulan dan dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil.

Setelah dipantau dengan seksama, diketahui bahwa pisang, buncis dan kacang tanah memberikan efek baik dalam tubuh terutama pada pertumbuhan tulang, perkembangan otak dan fungsi kekebalan tubuh.

Kabar baiknya lagi, tiga makanan tersebut tergolong mudah ditemui dan dibadrol dengan harga terjangkau.

Prof Jeffrey Gordon dari Universitas Washington, yang memimpin penelitian di Dhaka, Bangladesh tersebut mengatakan tujuan penelitian ini adalah untuk menargetkan mikroba agar sembuh.

Ilustrasi pohon pisang. (Shutterstock)
Ilustrasi pohon pisang. (Shutterstock)

"Mikroba tidak melihat pisang atau kacang - mereka hanya melihat campuran nutrisi yang bisa mereka gunakan dan bagi. Formulasi ini bekerja paling baik pada hewan dan manusia, menghasilkan perbaikan terbesar," tulis peneliti,

Makanan lain seperti beras atau lentil, dianggap kurang baik dan kadang-kadang dapat merusak usus lebih banyak.

Prof Gordon mengatakan belum sepenuhnya jelas mengapa makanan seperti pisang bekerja paling baik tetapi percobaan yang jauh lebih besar sedang dilakukan untuk melihat apakah diet tersebut memiliki efek jangka panjang pada kenaikan berat badan dan tinggi badan anak-anak.

"Ini terkait erat dengan status kesehatan dan kita perlu mencari tahu mekanisme sehingga kondisi mereka juga dapat diperbaiki di kemudian hari," tambahnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Sampai Terlambat, Ini 3 Ciri Anak Kekurangan Gizi

Jangan Sampai Terlambat, Ini 3 Ciri Anak Kekurangan Gizi

Health | Selasa, 09 Juli 2019 | 15:55 WIB

Diasuh Pengamen Ondel-ondel, Bocah 13 Tahun Meninggal karena Gizi Buruk

Diasuh Pengamen Ondel-ondel, Bocah 13 Tahun Meninggal karena Gizi Buruk

Jabar | Senin, 08 Juli 2019 | 20:06 WIB

Demi Kesehatan, Berapa Banyak Pisang yang Bisa Dikonsumsi per Hari?

Demi Kesehatan, Berapa Banyak Pisang yang Bisa Dikonsumsi per Hari?

Health | Rabu, 03 Juli 2019 | 17:35 WIB

Terkini

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB