Awas, Kurang Tidur Bisa Sebabkan Hilang Empati

Angga Roni Priambodo | Yasinta Rahmawati
Awas, Kurang Tidur Bisa Sebabkan Hilang Empati
Ilustrasi gangguan tidur. (Sumber: Shutterstock)

Kurang tidur membawa pengaruh ke otak.

Suara.com - Empati merupakan kemampuan untuk berbagi pengalaman emosional dengan orang lain. Sikap peduli dan penuh kasih muncul karena adanya empati ini.

Tapi tahukah kamu kalau kemampuan empati kita bisa hilang jika kurang tidur?

Melansir dari Healthline, hal ini disampaikan dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Psychology. Penulis utama penelitian, Veronica Guadagni, mengatakan jika seseorang memiliki kualitas tidur yang buruk berbanding lurus dengan berkurangnya empati.

Hal itu disebabkan rasa lelah yang timbul karena kurang tidur. "Efek negatif kurang tidur adalah fungsi kognitif yang secara khusus memengaruhi pengolahan mood dan emosional," kata kandidat doktor di neurolab Departemen Psikologi di Universitas of Calgary.

Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa kurang tidur walau hanya semalam mengakibatkan kemampuan empati peserta penelitian menjadi tumpul sama sekali.

Kurang Tidur, gangguan tidur, imsonia. (Shutterstock)
Kurang Tidur, gangguan tidur, imsonia. (Shutterstock)

Veronica percaya kualitas tidur yang buruk bisa mengganggu komunikasi antara dua daerah otak. Itu adalah sistem limbik yang terlibat dalam pengolahan emosi dan prefrontal korteks untuk pemantauan dan pengendalian respon emosional.

Maka dari itu, jika memiliki keinginan untuk bisa lebih banyak berempati, pastikan jangan sampai kurang tidur setiap harinya ya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS