Kekerasan Anak Masih Terjadi dalam Keluarga, Ini Imbauan Yohana Yembise

Silfa Humairah Utami | Vessy Dwirika Frizona | Suara.com

Jum'at, 26 Juli 2019 | 17:30 WIB
Kekerasan Anak Masih Terjadi dalam Keluarga, Ini Imbauan Yohana Yembise
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise. (Suara.com/Vessy Frizona)

Suara.com - Kekerasan Anak Masih Terjadi dalam Keluarga, Stop dengan Cara Ini.

Hari Anak Nasional (HAN) 2019 baru saja diperingati bersama pada 23 Juli kemarin. Namun, di tengah kegembiraan merayakan hari anak, tak bisa dipungkiri bahwa kekerasan terhadap anak masih terjadi dimana-mana.

Entah itu kekerasan fisik, verbal, dan seksual. Mirisnya kekerasan terhadap anak terjadi di dalam lingkungan yang paling kecil, yakni keluarga.

Ada banyak hal yang menyebabkan masih terjadinya kekerasan terhadap anak di dalam lingkungan keluarga. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise mengatakan, sudah saatnya memutus mata rantai kekerasan terhadap anak, khususnya yang terjadi dalam keluarag atau yang dilakukan oleh ayah dan ibu.

"Masalah kekerasan terhadap anak dalam keluarga bukan saja persoalan bagi kami kementerian KPPPA, tetapi juga listas kementerian. Ini melibatkan kemeterian pendidikan, sosial, keuangan, hukum dan HAM," ungkap Menteri Yohana kepada Suara.com saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jamat (26/7/2019).

Menurutnya untuk menghentikan kekerasan terhadap anak dalam keluarga ada banyak yang perlu dibenahi. Mulai dari sosialisasi tentang dampak yang akan terjadi ketika anak mendapat kekerasan di rumah. Seperti akan menjadi agresif, masalah psikologis, atau menjadi tukang bully, misalnya.

"Kemudian mencegah dulu penikahan usia anak, agar mereka yang menikah sudah siap secara mental, fisik, dan akal untuk menjadi orang tua. Sehingga tidak melakukan kekerasan di rumah, seperti membentak anak," sambungnya.

Di sisi lain, menekan angka perceraian. Sebab, sambung Menteri Yohana, perceraian menjadi salah satu dampak yang berbahaya bagi anak. Anak menjadi korban perpisahan orang tua. Misalnya anak mendapat kekerasan secara psikis, seperti trauma atau kecewa.

"Intinya yang perlu dilakukan ialah penguatan kapabilitas keluarga. Tentang bagaimana keluarga memahami agar tidak terjadi pernikahan dalam keluarga. Edukasi kepada orang tua mengenai penggunaan teknologi agar tidak menjadi masalah. Bagaimana anak punya konsep diri yang baik. Tentang penting persoalan keluarga diselesaikan agar imbasnya tidak sampai ke anak," tukasnya.

Menurutnya memberikan edukasi di atas pada orang tua bisa stop kekerasan anak dalam keluarga. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengintip 5 Hotel Mewah yang Jadi Favorit Para Bangsawan di Dunia

Mengintip 5 Hotel Mewah yang Jadi Favorit Para Bangsawan di Dunia

Lifestyle | Kamis, 25 Juli 2019 | 13:58 WIB

Hari Anak Nasional, Bantu Anak Membangun Karakter Kuat dalam Diri Mereka

Hari Anak Nasional, Bantu Anak Membangun Karakter Kuat dalam Diri Mereka

Health | Selasa, 23 Juli 2019 | 15:45 WIB

Akhir Pekan Seru Sekeluarga yang Bernuansa Otomotif di GIIAS 2019

Akhir Pekan Seru Sekeluarga yang Bernuansa Otomotif di GIIAS 2019

Otomotif | Senin, 22 Juli 2019 | 12:55 WIB

Terkini

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB